image1 image2 image3

HELLO I'M ENDRA YUDA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M BLOGGER FROM BALI|I HOPE THIS BLOG IS USEFUL

Tindakan Afirmatif



Apa itu tindakan afirmatif?

Untuk menghapus pengaruh-pengaruh diskriminasi masa lalu, banyak perusahaan yang melaksanakan program-program tindakan afimatif yang dimaksudkan untuk mencapai distribusi yang lebih representatif dalam perusahaan dengan memberikan preferensi pada kaum perempuan dan kelompok minoritas.
Inti program afirmatif adalah penyelidikan yang mendetail atas semua klasifikasi pekerjaan besar dalam perusahaan untuk menentukan apakah jumlah pegawai perempuan dan minoritas dalam klasifikasi kerja tertentu lebih kecil bila dibandingkan dengan tingkat ketersediaan tenaga kerja di wilayah tempat kerja direkrut.
Tindakan afirmatif dikritik dengan alasan bahwa upaya memperbaiki kerugian diskriminasi masa lalu diatasi justru dengan melakukan distriminasi kebalikan (reverse discrimination), yaitu dengan memberikan preferensi kepada kaum minoritas dan perempuan. Preferensi yang tidak relevan ini dianggap melanggar keadilan, karena tidak relevan ini melanggar keadilan, karena tidak mengindahkan prinsip kesamaan hak dan kesempatan. Namun di sisi lain, terdapat sejumlah argument yang mendukung tindakan afirmatif.
Program-program tindakan afirmatif pada saat ini telah ditetapkan sebagai kewajiban bagi semua perusahaan yang menandatangani kontrak dengan pemerintah. Inti dari program tindakan afirmatif adalah sebuah penyelidikan yang mendetail atas semua klasifikasi pekerjaan besar dalam perusahaan.
Argumen yang digunakan untuk membenarkan program-program tindakan afirmatif dalam menghadapi kecaman dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian. Salah satunya menginterprestasikan perlakuan prefensial (khusus) yang diberikan pada kaum perempuan dan minoritas sebagai suatu bentuk kompensasi atas kerugian yang mereka alami di masa lalu. Argumen kedua menginterpretasikan perlakukan preferensial sebagai suatu sarana guna mencapai tujuan-tujuan sosial tertentu. Sementara argument yang pertama (kompensasi) cenderung melihat ke belakang karena memfokuskan pada kesalahan dari tindakan-tindakan masa lalu, argument instrumentalis (kedua) lebih melihat ke depan sejauh memfokuskan pada hal-hal yang baik di masa mendatang (dan kesalahan di masa lalu dianggap tidak relevan).

Tindakan Afirmatif Sebagai kompensasi
Argumen-argumen yang mendukung tindakan afirmatif, sebagai salah satu bentuk kompensasi, didasarkan pada konsep keadilan kompensatif. Keadilan kompensatif, memgimplikasikan bahwa seseorang wajib memberikan kompensasi terhadap orang-orang yang dirugikan secara sengaja.
Kelemahan argumen yang mendukung tindakan afirmatif yang didasarkan pada prinsip kompensasi adalah hanya dari individu-individu yang secara sengaja merugikan orang lain, dan memberikan kompensasi hanya pada individu-individu yang dirugikan.



 Tindakan Afirmatif Sebagai Instrumen untuk Mencapai Tujuan Sosial
Rangkaian argumen kedua yang diajukan untuk mendukung program tindakan afirmatif didasarkan pada gagasan bahwa program-program tersebut secara moral merupakan instrumen yang sah untuk mencapai tujuan-tujuan yang secara moral juga sah. Tujuan program tindakan afirmatif :
a. Mendistribusikan keuntungan dan beban masyarakat yang konsisten dengan prinsip-prinsip keadilan distributive.
b. Untuk menetralkan bias untuk menjamin hak yang sama untuk memperoleh kesempatan bagi kaum perempuan dan minoritas.
c. Untuk menetralkan kelemahan kompetitif yang saat ini dimiliki oleh kaum perempuan dan minoritas saat mereka bersaing.
Hambatan utama yang dihadapi oleh pembenaran utilitarian atas program tindakan afirmatif:
1. Berkaitan dengan persoalan apakah biaya sosial dari program tindakan afirmatif lebih besar dari keuntungan-keuntungan yang diperoleh.
2. Yang lebih penting, para penentang pembenaran utilitarian atas program tindakan afirmatif mempertanyakan asumsi bahwa ras merupakan indikator kebutuhan yang tepat.
Meskipun argument-argumen ultitarian yang mendukung program tindakan afirmatif cukup meyakinkan, namun argument yang paling tegas dan persuatif untuk mendukung program ini dapat dibagi menjadi dua bagian.
1. Pertama, mereka menyatakan bahwa tujuan yang diharapkan oleh program afirmatif adalah keadilan yang merata.
2. Kedua, mereka menyatakan bahwa program tindakan afirmatif secara moral merupakan cara yang sah untuk mencapai tujuan.
Penerapan Tindakan Afirmatif dan Penanganan Keberagaman
Para pendukung program tindakan afirmatif menyatakan bahwa kriteria lain selain ras dan jenis kelamin perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan dalam program tindakan afirmatif. Yang perlu dipertimbangkan saat pengambilan keputusan dalam program tindakan afirmatif selain ras dan jenis kelamin yaitu :
1. Jika hanya criteria ras dan jenis kelamin yang digunakan, hal ini akan mengarahkan pada perekrutan pegawai yang tidak berkualifikasi dan mungkin akan menurunkan produktifitas
2. Banyak pekerjaan yang meiliki pengaruh-pengaruh penting pada kehidupan orang lain
3. Para penentang menyatakan bahwa program tindakan afirmatif akan membuat negara kita menjadi negara yang lebih diskriminatif.

Keberhasilan atau kegagalan program tindakan afirmatif sebagian juga bergantung pada dukungan yang diberikan perusahaan pada kebutuhan untuk mencapai keberagaman secara rasial dan seksual dalam susunan tenaga kerja di perusahaan.

Gaji yang Sebanding untuk Pekerjaan yang Sebanding
•     Program nilai sebanding dimaksudkan untuk mengatasi masalah gaji rendah yang oleh mekanisme pasar selama ini cenderung selalu diberikan pada pegawai perempuan.
Program nilai sebanding menilai setiap pekerjaan menurut tingkat kesulitan, persyaratan keahlian, pengalaman, akuntabilitas, risiko, persyaratan pengetahuan, tanggungjawab, kondisi kerja, dan semua faktor lain yang dianggap layak memperoleh kompensasi.
Argumen dasar yang mendukung program nilai sebanding didasarkan pada prinsip keadilan: keadilan mewajibkan yang sebanding haruslah dilakukan secara sebanding.


BACA JUGA :    

Share this:

CONVERSATION