Diskriminasi: Utilitas, Hak, dan Keadilan - Feel in Bali

Tuesday, February 26, 2013

Diskriminasi: Utilitas, Hak, dan Keadilan


Apa diskriminasi: utilitas, hak, dan keadilan?
Argumen yang menentang diskriminasi secara umum dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
a.       Argumen utilitarian, yang menyatakan bahwa diskriminasi mengarahkan pada penggunaan sumber daya manusia secara tidak efisien.
b.      Argumen hak, yang menyatakan bahwa diskriminasi melanggar hak asasi manusia.
c.       Argumen keadilan, yang menyatakan bahwa diskriminasi mengakibatkan munculnya perbedaan distribusi keuntungan dan beban dalam masyarakat.

utilitas

Argumen utilitarian yang menentang diskriminasi rasial dan seksual didasarkan pada gagasan bahwa produktivitas masyarakat akan optimal jika pekerjaan diberikan berdasarkan kompetensi (’kebaikan). Namun, argumen ini dihadapkan pada dua keberatan. Pertama, jika argumen ini benar, pekerjaan haruslah diberikan dengan dasar kualifikasi yang berkaitan dengan pekerjaan, hanya jika hal tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, argumen utilitarian harus menjawab tuntutan penentangnya yang menyatakan bahwa masyarakat secara keseluruhan akan mem[peroleh keuntungan dari keberadaan bentuk diskriminasi seksual tertentu.
Kaum utilitarian menanggapi berbagai kritik dengan menyatakan bahwa menggunakan faktor selain kualifikasi pekerjaan tidak akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan kualifikasi pekerjaan.

Hak
Argumen non-utilitarian yang menentang diskriminasi rasial dan seksual salah satunya menyatakan diskriminasi salah karena melanggar hak moral dasar manusia. Diskriminasi melanggar hak prinsip ini dalam dua cara. Pertama, diskriminasi didasarkan pada keyakinan suatu kelompok dianggap terlau rendah dibanding kelompok lain. Kedua, diskriminasi menempatkan kelompok yang terdiskriminasi dalam posisi sosial dan ekonomi yang rendah.

Keadilan
Argumen non-utilitarian kedua melihat diskriminasi melanggar prinsip keadilan. Diskriminasi melanggar prinsip ini dengan cara menutup kesempatan bagi kaum mnoritas untuk menduduki posisi tertentu dala suatu lembaga dan berarti mereka tidak memperoleh kesempatan yang sama dengan orang lain.

Praktik Diskriminasi
Tindakan-tindakan yang dianggap diskriminatif adalah sebagai berikut ;
a.       Rekrutmen, Perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada referensi verbal para pegawai saat ini dalam merekrut karyawan baru cenderung merekrut karyawan dari kelompok ras dan seksual yang sama yang terdapat dalam perusahaan.
b.      Seleksi, kualifikasi pekerjaan dianggap diskriminatif jika tidak relevan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
c.       Kenaikan pangkat, dikatakan diskriminatif jika perusahaan memisahkan evaluasi kerja pria kulit putih dengan pegawai perempuan dan pegawai dari kelompok minoritas.
d.      Kondisi pekerjaan, pemberian gaji akan diskriminatif jika dalam jumlah yang tidak sama untuk orang yang melaksanakan pekerjaan yang pada dasarnya sama
e.       PHK, memecat berdasarkan pertimbangan ras, dan jenis kelamin merupakan diskriminasi.     
Pelecehan Seksual
Kaum perempuan merupakan korban dari salah satu bentuk diskriminasi yang terang-terangan dan koersif. Rayuan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan hubungan dan kontak verbal atau fisik lain yang sifatnyaseksual merupakan pelecehan seksual dan tindakan tersebut bertujuan untuk mengganggu pelaksanakan pekerjaan seseorang atau menciptakan lingkungan kerja yang diwarnai dengan kekhawatiran, sikap permusuhan atau penghinaan.

Di Luar Ras dan Jenis Kelamin : Kelompok Lain
Kelompok lain yang harus dilindungi dari tindakan diskriminasi adalah : para pegawai yang berusia lanjut , para penderita cacat dan juga para pegawai yang memiliki preferensi seksual yang tidak lazim.