Feel in Bali: SOSIOLOGI
Showing posts with label SOSIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label SOSIOLOGI. Show all posts

Monday, June 10, 2013

June 10, 2013

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial IV (Sosiologi)

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial IV (Sosiologi)

Kasus 4
Dewasa ini masyarakat prilaku bunuh diri meningkat. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya berita tentang bunuh diri di media massa. Prilaku bunuh diri buka hanya dilakukan oleh orang dewasa akan tetapi juga kakek nenek, maupun anak-anak.







Analisa kasus  4
Berdasarkan kasus bunuh diri  kita meneliti dengan menggunakan metode kwalitatif yaitu suatu metode  yang dalam pelaksanaanya baik dalam pengumpulan,pengolahan maupun anlisis, tidak menggunakan bahan-bahan dan cara yang dapat diukur dengan jangka. Adapun didalam metode kwalitatif ada 3 metode lagi yaitu metode histories, metode komparatif dan metode studi kasus. Dari peristiwa pembunuhan tersebut dapat digunakan metode study kasus yang merupakan metode yang dapat digunakan untuk menelaah suatu keadaan, kelompok, keluarga, masyarakat maupun individu. Metode ini digunakan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat. Biasanya peristiwa yang dijadikan objek study kasus adalah peristiwa/keadaan  yang unik. Misalnya kasus bunuh diri. Yang dimana metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan wawancara secara mendalam, wawancara yang dilakukan dengan menyerahkan sepenuhnya kepada interview untuk mengemukakan secara bebas tentang informasi yang diperlukan, kuesioner dan observasi partisipasi.


June 10, 2013

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial III (Sosiologi)

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial III (Sosiologi)

Kasus III
Masyarakat Tenganan Pagringsingan di Kabupaten Karangasem dikenal sebagai masyarakat asli, atau masyarakat Desa Kuno, karena struktur masyarakat dan pola budanyannya yang unik dan adapt istiadatnya tergolong adat kuno. Sekarang ini secara fisik desa ini telah banyak berubah antara lain, dengan difungsikannya bale-bale yang ada di pekarangan rumah sebagai “artshop”. Perubahan juga terlihat dari pola bersikap dan berprilaku, cara-cara berpakaian, juga dari penggunaan berbagai peralatan rumah tangga dan peralatan lainnya. Awig-awig yang sebelumnya begitu kuat dipertahankan, tampaknya belakangan ini telah terjadi pelanggaran, terutama dalam pemindahan hak atas tanah.


Analisa 3
1. Jelaskan perubahan social yang telah terjadi di Desa Tenganan Pagringsingan dengan menerapkan salah satu teori yang anda pilih.
Perubahan social yang terjadi di desa tenganan menggunakan teori sebab akibat yang menjelaskan tentang factor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaan. Ada faktor dari dalam dan factor dari luar. Faktor dalam nya itu berasal dari masyarakat itu sendiri , dan faktor dari luarnya adalah masuknya unsur kebudayaan lain yang menyebabkan perubahan pada masyarakat penerima. Adanya perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan timbulnya konflik, sebaliknya konflik itu sendiir dapat pula mendorong terjadinya perubahan. Dari kasus diatas faktor dari dalam penyebab perubahan sosialnya adalah cara berpakaian masyarakat, prilakunya dan penggunaan alat-alat rumah tangga. Sedangkan untuk factor dari luarnya adalah adanya perubahan fisik  dari adapt tersebut yang adanya pengaruh dari luar yaitu berrubahnya bangunan-bangunan kuno menjadi artshop. Sehingga dari adanya factor-faktor penyebbab perubahan social diatas tersebut menyebabkan adanya konflik yaitu terjadinya pelanggaran terutama dalam pemindahan hak atas tanah.
2. Dalam proses perubahan sosial di sana pasti ada factor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial tersebut, adapun factor-faktornya adalah:
1. Bertambah atau berkurangnya penduduk
2.  Penemuan-penemuan baru
3. Pertentangan (conflict) Masyarakat
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi

Suatu perubahan sosial dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat  itu sendiri, anatara lain:
•         Sebab-sebab yang bersal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia
•         Peperangan
•         Pengaruh dari kebudayaan masyarakat lain

Dalam proses berjalanya perubahan sosial terdapat juga factor-factor yang mempengaruhinya:
  Kontak dengan kebudayaan lain
  System pendidikan formal yang maju
  Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
  Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang yang merupakan delik
  System terbuka lapisan masyarakat
  Orientasi ke masa depan
Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk memperbaiki hidup.

June 10, 2013

Contoh Kasus Struktur Sosial II (Sosiologi)

Contoh Kasus Struktur Sosial II (Sosiologi)

Kasus  II
Sistem kasta yang ada di bali memang sampai sekarang masih eksis di masyarakat, namun kelihatannya mulai melemah karena telah muncul berbagai criteria baru terbentuknya stratifikasi sosial. Belakangan ini sistem kasta banyak diperdebatkan dan kelihatan ada pandangan yang kontraversi terhadap hal tersebut. Mereka yang kurang setuju dengan istilah kasta, menggunakan istilah warna.






Analisis
     buatlah analisis terhadap sistem kasta/warna dengan menggunakan pendekatan fungsional dan pendekatan konflik.


Jawab analisis :
Pendekatan fungsional adalah suatu masyarakat yang terdiri dari kelompok atau individu yang mempunyai posisi atau fungsi masing-masing dan antara satu dengan yang lainnya saling bergantung atau berpengaruh. Anggapan dasar mengenai pendekatan fungsionalisme structural menurut Talcott Parsons, yaitu:
1. Masyarakat sebagai suatu system yang saling berhubungan.
2. Hubungan yang saling mempengaruhi tersebut bersifat ganda dan timbal balik.
3. System sosial cenderung bergerak kearah equilibrium yang bersifat dinamis.
4. Integrasi tidak akan bisa mencapai tingkatan yang sempurna tetapi setiap system social akan berproses kearah sempurna.
5. Perubahan yang terjadi di dalam system social pada umumnya terjadi secara gradual, melalui penyesuaian-penyesuaian dan tidak secara revolusioner.
6. Perubahan sosial timbul atau terjadi melalui tiga macam kemungkinan yaitu :
a. Penyesuaian yang dilakukan oleh system social terhadap perubahan yang datang dari luar.
b. Pertumbuhan melalui proses diferensiasi structural dan fungsional.
c. Penemuan-penemuan baru oleh anggota masyarakat.
7. Factor utama dalam mengintegrasikan system sosial adalah konsensus diantara anggota masyarakat mengenai nilai-nilai kemasyarakatan tertentu.
System social terbentuk dari interaksi social yang terjadi diantara individu yang tumbuh dan berkembang atas standar penilaian umum yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat.
Dari pendekatan fungsional diatas terhadap kasus 2 adalah kasta dibali memang masih sangat melekat hingga sekarang karena sejak dari dulu hal tersebut sudah dipercayai oleh masyarakat bali, namun dengan beriringnya waktu kasta tersebut akan mengalami perubahan tergantung pengaruh dari luar dan adanya kesepakatan bersama dari masyarakat itu sendiri.
Pendekatan Konflik
Dalam suatu masyarakat terjadi suatu konflik atau persaingan baik yang disadari maupun tidak , apabila konflik tersebut masih terkendali bisa menimbulkan suatu perkembangan dalam masyarakat tersebut.
Pandangan pendekatan konflik berpangkal pada anggapan :
1.      Setiap masyarakat selalu berada dalam proses perubahan.
2.      Konflik selalu melekat pada diri masyarakat.
3.      Dalam suatu masyarakat memberikan memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan social.
4.      Masyarakat bisa berintegrasi atas dominasi sejumlah orang atau kelompok.
Perubahan social oleh penganut pendekatan konflik dipandang sebagai gejala yang melekat dalam kehidupan setiap masyarakat dan bersumber dari factor-faktor yang ada dalam masyarakat. Perubahan social tersebut timbul dari kenyataan adanya unsur-unsur yang saling bertentangan dalam setiap masyarakat. Kontradiksi intern tersebut bersumber dalam kenyataan bahwa setiap masyarakat mengenal pembagian kewenangan atau otoritas secara tidak merata. Pembagian otoritas yang bersifat dikotomis, oleh para penganut pendekatan konflik dianggap menjadi sumber timbulnya konflik-konfllik social dalam setiap masyarakat. Melalui mekanisme pengendalian konflik social yang efektif, konflik-konflik social diantara berbagai kelompok kepentingan justru akan menjadi kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan-perubahan social yang tidak akan mengenal akhir.
Melalui pendekatan konflik diatas terhadap kasus II yaitu adanya perbedaan pandangan/ atau adanya ketidak setujuan  dengan adanya kasta, yang dimana yang tidak setuju dengan istilah kasta menggunakan istilah warna. Sehingga dari adanya konflik tersebut nantinya masyarakat akan mengadakan penyesuaian, agar tidak terjadi konlik lagi terhadap maslah kasta.
Pendekatan fungsional dan pendekatan konflik tersebut akan menimbulkan sikap adaptasi yang mengarah pada suatu keharmonisan dalam masyarakat.


June 10, 2013

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial (Sosiologi)

Contoh Kasus Mengenai Struktur Sosial (Sosiologi)

Kasus I
Masyarakat Bali sekarang ini merupakan masyarakat yang cukup heterogen. Dilihat dari sudut agamanya, warga masyarakat mayoritas bergama hindu, selebihnya ada yang menganut agama islam,kristen, budha dan ada juga penganut aliran kepercayaan.
Secara tradisional, masyarakat bali sendiri mempunyai organisasi dalam bentuk desa pakraman, banjar dan subak yang amsing-masing dipimpin oleh bendesa adat, klian banjar dan pekaseh. Selain itu mereka juga terlibat dalam berbagai bentuk sekaa, seperti sekaa gong, sekaa pasantian, sekaa truna-truni dan lain sebagainya. Dibidang kedinasan, mereka berada dibawah struktur pemerintahan desa dinas. Baik desa pakraman maupun desa dinas masing-masing mempunyai kekuasaan dan wewenang bendesa adat (desa pakraman) diatur menurut awig-awig.
Dalam kegiatan bermasyarakat, khusunya kaum ibu (kaum perempuan) selain terlibat dalam berbagai organisasi tradisional tersebut diatas, mereka juga melakukan berbagai aktivitas/ kegiatan antara lain, kegiatan PKK, arisan. Kegiatan keagaamaan juga mereka lakukan setiap hari dalam bentuk mesaiban atau mempersembahkan canang. Pada hari-hari tertentu, warga masyarakat laki-laki maupun perempuan juga melakukan upacara adat dan keagamaan yang lebih besar. Dalam kehidupan bermasyarakat, mereka senantiasa melakukan berbagai kegiatan tersebut dengan tolong menolong dan gotong royong, terutama dalam pelaksanaan upacara kematian. Kegiatan berkesenian, seperti menari, menabuh, mengukir dan sebagainya, juga tidak pernah sepi dalam kehidupan orang Bali.
Keheterogenan masyarakat bali saat ini juga dapat dilihat dari beragamnya mata pancaharian yang mereka tekuni. Sebagaian besar dari mereka masih hidup sebagai petani, khususnya yang hidup di pedesaan, ada yang berdagang, menjadi buruh, membuat barang-barang kerajinan. Tidak sedikit pula yang menjadi pegawai dan karyawan perusahaan. Setelah pariwisata berkembang, bahkan banyak dari mereka bekerja di sektor pariwisata.
Sejak bali terbuka untuk pariwisata, amsyarakat bali tidak terhindarkan, dari adanya hubungan dengan dunia luar, baik luar daerah maupun luar negeri ,terlebih-lebih lagi setelah memasuki era globalisasi. Pergaulan global telah memperkenalkan masyarakat Bali dengan berbagai teknologi modern terutama dibidang komunikasi dan informasi, seperti komputer, handphone dll. Selain itu, disamping bahasa nasional dan bahasa daerah.

Analisis kasus 1
1). Dari deskripsi kasus I buatlah analisis tentang struktur sosial
2). Kalau mengikuti pandangan Koentjaraningrat, unsur-unsur kebudayaan apa saja yang terdapat dalam kasus tersebut diatas.

Jawab Analisis Kasus I
1. Istilah struktur berasal dari kata structum (bahasa Latin) yang berarti menyusun. Dengan demikian, struktur sosial memiliki arti susunan masyarakat.
a. Menurut Radclife-Brown, struktur sosial adalah suatu rangkaian kompleks dari relasi-relasi sosial yang berwujud dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, struktur sosial meliputi relasi sosial di antara para individu dan perbedaan individu dan kelas sosial menurut peranan sosial mereka.
b. Menurut Soerjono Soekanto struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.



Adapun Ciri-ciri Struktur Sosial, antara lain :

1. Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula. 
2. Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Hal-hal yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain. 
b. Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri. 
c. Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin. 
3. Dapat berubah dan berkembang
Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman. 
2. Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat terdapat 7  Unsur yaitu:
Jika dikaitkan dengan kasus I unsur-unsur yang terdapat dalam kasus ini adalah :
Sistem kepercayaan : dilihat dari sudut agama masyarakat bali mayoritas beragama hindu, selebihnya ada yang menganut agama islam, kristen, budha, dan ada juga penganut aliran kepercayaan.
Sistem pengetahuan : masyarakat Bali mengenal adanya teknologi modern terutama dibidang komunikasi dan informasi seperti komputer , handphone dll.
Sistem kemasyarakatan: terbentuknya desa pakraman, banjar, subak yang masing-masing dipimpin oleh bendesa adat, klian banjar, dan pekaseh. Selain itu mereka juga terlibat dalam berbagai bnetuk seka, seperti seka gong, seka penantian, sekaa teruna-teruni. 
Mata pencaharian dan sistem ekonomi: sebagian besar masyarakat Bali hidup sebagai petani, pedagang, menjadi buruh, membuat barang-barang kerajinan, pegawai, karyawan perusahaan, pariwisata.
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia : adanya sandang ,pangan, dan papan yang dibutuhkan oleh masyarakat Bali untu kehidupan.
Bahasa: masyarakat Bali menggunakan bahasa indonesia, bahasa daerah.
Kesenian:  masyarakat bali mempunyai kegiatan kesenian seperti menari, menabuh, mengukir dll.