TERATOLOGI SIKLUS ESTRUS DAN APUSAN VAGINA - Feel in Bali

Tuesday, September 4, 2012

TERATOLOGI SIKLUS ESTRUS DAN APUSAN VAGINA


Siklus estrus adalah siklus reproduksi yang terdapat pada hewan mamalia betina dewasa bukan primata. Pada saat estrus hewan betina akan reseptif terhadap hewan jantan, dan kopulasinya kemungkinan besar akan fertile.

Dari satu estrus ke estrus berikutnya disebut satu siklus estrus. Panjang siklus estrus pada tikus dan mencit 4-5 hari. Siklus estrus pada mencit dibagi dalam beberapa tahap yaitu, proestrus, estrus, metestrus dan diestrus.

Fase proestrus merupakan periode persiapan yang ditandai dengan pemacuan pertumbuhan folikel oleh FSH sehingga folikel tumbuh dengan cepat. Proestrus berlangsung selama 2-3 hari. Pada fase ini kandungan air pada uterus meningkat dan mengandung banyak pembuluh darah dan kelenjar-kelenjar endometrial mengalami hipertrofi.

Fase estrus adalah masa keinginan kawin yang ditandai dengan keadaaan tikus tidak tenang, keluar lender dari dalam vulva, pada fase ini pertumbuhan folikel meningkat dengan cepat, uterus mengalami vaskularisasi dengan maksimal, ovulasi terjadi dengan cepat, dan sel-sel epitelnya mengalami akhir perkembangan/terjadi dengan cepat.

Fase metaestrus ditandai dengan terhentinya birahi, ovulasi terjadi dengan pecahnya folikel, rongga folikel secara berangsur-ansur mengecil dan pengeluaran lender terhenti. Selain itu terjadi penurunan pada ukuran dan vaskularitas.

Fase diestrus adalah periode terakhir dari estrus, pada fase ini corpus luteum berkembang dengan sempurna dan efek yang dihasilkan dari progesteron (hormon yang dihasilkandari corpus luteum) tampak dengan jelas pada dinding uterus serta folikel-folikel kecil dengan corpo ralutea pada vagina lebih besar dari ovulasi sebelumnya.


  1. Untuk menentukan tahap siklus estrus yang sedang dialami oleh hewan betina.
  2. Untuk mengetahui penyatuan hewan betina dengan hewan jantan dapat dilakukan pada saat yang tepat sehingga perkawinan berhasil (mencit betina hamil).


II. MATERI DAN METODE

Praktikum ini disiapkan beberapa mencit, pertama-tama dilakukan pemilihan mencit yang vulvanya merah dan bengkak, kemudian disipkan pipet, diisi pipet dengan larutan NaCl 0,9%.diambil seekor mencit, kemudian pegang dengan tangan kiri, ibu dan telunjuk jari memegang tengkuknya atau leher dorsal. Dengan jari tengah, jari manis, dan kelingking memegang badan dan ekor. Bagian vagina disemprotkan NaCl 0,9% menggunakan pipet yang tumpul, kemudian dihisap 3 sampai 4 kali dengan hati-hati dan perlahan-lahan. Cairan pada pipet dari hasil penyemprotan/pengisapan berwarna keruh, kemudian diteteskan pada objek glas 1 sampai 2 tetes. Ditetesi dengan larutan pewarna gimsa 1%. Biarkan 5 sampai 10 menit, kemudian dibilas dengan aquades, tunggu sampai kering, bila zat warna berlebih, bilas dengan air dengan cara meneteskan air, kemudian ditutup dengan glas penutup (entel), dan diamati dibawah mikroskop.

III. HASIL PENGAMATAN

Pada praktikum apusan vagina mencit, pengamatan dibawah mikroskop cahaya tidak terlihat jelas. Tetapi, bisa dibedakan berdasarkan teori dan penjelasan dosen. Berikut foto yang saya ambil dari pengamatan :

1. Epitel Menenduk pada Siklus Estrus Akhir.
2. Leukosit pada Siklus Metestrus

Praktikum apusan vagina mencit ini mengamati fase-fase estrus pada mencit. Mencit yang digunakan adalah mencit betina berumur kurang lebih 7 minggu. Fase birahi yang terjadi pada hewan betina atau sering disebut dengan siklus estrus. Fase estrus dapat dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu, diestrus, proestrus, estrus dan metesrus. Adapun pengertian dari Monoestrus adalah hewan yang mengalami daur estrus sekali setahun dan Polyestrus adalah hewan yang memiliki daur beberapa kali setahun. Mencit memiliki masa estrus selama 4-5 hari. Tahapan dari siklus estrus dapat ditentukan dengan melihat gambaran sitology apusan vagina.

Praktikum apusan vagina mencit ini yang dapat dilihat hanya siklus estrus akhir dan metestrus. Ini dikarenakan mencit sudah memasuki tahap estrus. Pada apusan vagina mencit yang dilakukan pertama kali terlihats elepitel menanduk dengan bentuk seperti daun warnanya pudar, yang menandakan mencit mengalami siklus estrus akhir. Pada apusan vagina mencit yang kedua hanya dapat terlihat leukosit, bentuknya bulat dengan warna yang cerah, disini mencit mengalami siklus metestrus, ini disebabkan mencit sudah melewati siklus estrus. Estrus merupakan klimaks fase folikel. Pada fase inilah, betina siap menerima jantan dan pada saat ini pula terjadi ovulasi. Fase metestrus diawali dengan penghentian fase estrus. Umumnya pada fase ini merupakan fase terbentuknya corpus luteum sehingga ovulasi terjadi selama fase ini. Selain itu pada fase ini juga terjadi peristiwa dikenal sebagai metestrus bleeding.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan dan referensi yang di dapatkan, dapat menyimpulkan bahwa :


  1. Mencit memiliki 4 fase pembiakan (estrus) yaitu proestrus, estrus, meso-estrus dan di-estrus.
  2. Dari praktikum yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa mencit betina mengalami perkawinan yang tepat pada fase estrus, akan tetapi pada praktikum ini perkawinan yang terjadi pada mencit kurang tepat karena mencit betina belum siap kawin sedangkan mencit jantan sudah siap untuk kawin.