image1 image2 image3

HELLO I'M ENDRA YUDA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M BLOGGER FROM BALI|I HOPE THIS BLOG IS USEFUL

Penulisan Laporan dan Teknik Presentasi

Sumber Gambar : google Image

Tujuan Penyusunan Laporan
Langkah terakhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menyusun laporan. Bagaimanapun baiknya pelaksanaan suatu penelitian, bagaimanapun bermutunya model-model yang sudah dibangun dari penelitian tersebut, belumlah dianggap benar-benar berhasil jika laporan  penelitian belum dibuat. Hasil kegiatan harus ditulis dan dilaporkan, karena laporan merupakan media komunikasi antara penyusun/Iembaga pelaksana kegiatan dengan badan-badan atau pihak lain yang berkepentingan dengan laporan tersebut. Lebih-lebih laporan tersebut merupakan hasil evaluasi, baik terhadap input, proses, output, atau dampak dari suatu kegiatan, sehingga akan sangat bermanfaat bagi pihak yang berwenang untuk dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Tanpa ada laporan penelitian akan sulit untuk diketahui apakah suatu kegiatan penelitian telah sesuai dengan apa yang ingin dituju. Apabila telah sesuai, faktor-faktor kekuatan apa yang mendukung keberhasilan kegiatan tersebut, apabila tidak sesuai di bagian mana atau faktor-faktor apa yang menyebabkan kegiatan tersebut tidak mencapai sasaran.

Jenis laporan penelitian
Ada beberapa jenis laporan penelitian, diantaranya adalah laporan ringkas atau sumary (summary report), laporan lengkap atau monograf, dan laporan untuk pengambil kebijakan. Secara ringkas masing-masing jenis laporan tersebut dijelaskan sebagai berikut.

  1. Laporan ringkas (Summary Report} : Laporan ringkas diarahkan pada temuan-temuan utama saja, tanpa memasukkan desain dan metode yang dipakai dalam melakukan penelitian. Laporan penelitian ringkas dibuat sekitar lima halaman. Pada bagian awal harus terdapat pernyataan singkat tentang pentingnya penelitian, masalah yang dipelajari, dan luas serta kedalaman pembahasan. Kemudian ditulis kesimpulan dan rekomendasi yang disusul oleh temuan yang mendukungnya. Dalam laporan ringkas dihindarkan penggunaan istilah-istilah teknis.
  2. Laporan lengkap (monograf) atau laporan panjang : Laporan dalam bentuk monograf perlu memperhatikan beberapa hal yaitu ;

  • Laporan harus berisi proses kegiatan secara menyeluruh dengan mengutarakan semua teknik dan pengalaman yang diperoleh selama melakukan penelitian.
  • Penulisan laporan harus sesuai dengan kelompok target pembaca laporan. Materi serta keterangan yang diberikan hams disampaikan secara integratif, di mana kesinambungan antara satu diskusi dengan diskusi lainnya, ataupun antara satu materi dengan materi yang lain tidak terputus-putus
  • Laporan harus menjelaskan hal-hal yang sebenamya terjadi di setiap tingkatan analisia. Altematif-altematif pemecahan yang dilakukan perlu disainpaikan dengan jelas. 
  • Jika diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungan langsung dengan tujuan kegiatan, janganlah temuan tersebut dibuang, sebab ada kemungkinan hasil temuan tersebut dapat mempakan kata kunci dalam memberi makna kegiatan lain di kemudian hari.
  • Dalam laporan juga harus disampaikan kegagalan-kegagalan serta keterbatasan- keterbatasan yang dialami disamping sukses yang diperoleh. Dengan melaporkan kegagalan dan alasan-alasan kuat mengapa kegagalan tersebut terjadi akan amat berguna bagi pengambiJ kebijakan dalam mewaspadakan terhadap kegagalan tersebut.
  • Sebelum penulisan laporan penelitian, terlebih dahulu perlu dibuat outline (kerangka) laporan dan baru kemudian outline tersebut dikembangkan menjadi laporan yang terperinci.
  • Laporan penelitian harus dibagi dalam bab-bab, atau bagian-bagian, sub-sub bagian dengan judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat lebih mudah memilih materi yang relevan baginya.

      3. Laporan untuk Manajemen atau Pembuat Keputusan
Laporan penelitian yang disampaikan kepada manajemen atau pengambil kebijakan disebabkan penelitian yang disusun laporannya berkenaan dengan implikasi yang diperlukan dalam pengambilan kebijakan. Atau dapat juga penelitian yang dilakukan disponsori oleh badan-badan tertentu yang berkehendak untuk mengadakan diagnosa terhadap situasi ataupun dalam rangka mengadakan evaluasi terhadap suatu program kegiatan [action plan).
Laporan yang ditujukan untuk pengambil kebijakan hams mempunyai bentuk tersendiri. Laporan yang dibuat tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena pembuat kebijakan tidak memerlukan laporan demikian.

Aturan Penulisan
Terkait dengan aturan penulisan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pebukisan laporan adalah sebagai berikut.
 1)  Fokus laporan
Sebuah laporan hurus didasarkan pada satu atau dua pertanyaan pokok, bukan serangkaian pertanyaan (Irwan Abdullah, 1995), Ada kecenderungan bahwa para penyusun laporan ingin melaporkan semua hasil kegiatannya seperti juga ingin memasukkan semua tabel yang dimiliki serta data sebanyak-banyaknya (bukan sedalam-dalamnya), termasuk data yang tidak dibutuhkan untuk topik yang sedang dibahas.
2) Alinea (Paragraf)
Pada dasamya sebuah laporan penelitian merupakan kumpulan alinea. Irwan Abdullah (1995) mengatakan alinea berperan penting karena alinea menunjukkan organisasi, pikiran dan gaya pelaporan seseorang.
Gorys Keraf (1977) menyatakan bahwa alinea yang baik hams memenuhi tiga syarat

  • Alinea harus memperlihatkan dengan jelas suatu maksud atau suatu tema tertentu. Maksud atau tema itu biasanya didukung oleh sebuah kalimat pokok atau kalimat topik.
  • Hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain hams kompak (koheren). Suatu alinea yang tidak koheren akan menghadapkan pembaca dengan loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan, urut-umtan waktu dan fakta-fakta yang tidak teratur, atau perkembangan pokok-pokok tambahan tidak lagi berorientasi pada topik utama.
  • Setelah meletakkan inti alinea dalam kalimat topik, ide pokok itu hams dijelaskan lebih lanjut atau dikembangkan dengan mengajukan contoh-contoh dan perincian untuk mengonkritkannya. Kegagalan dalam mengembangkan alinea akan menghasilkan fragmen-fragmen yang pendek.


Rangka Laporan
Langkah pertama dalam menulis laporan penelitian adalah membuat rangka laporan. Menurut Singarimbun (1989), dalam laporan penelitian yang penting adalah adanya hubungan yang logis antara bab atau bagian yang satu dengan lainnya sehingga seluruhnya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Kurang mengindahkan prinsip logis ini, disamping akan menyulitkan pembuat laporan itu sendiri, juga akan menyulitkan para pembaca laporan. Pembaca tidak dapat mengikuti alur pikiran dari awal hingga akhir dengan teratur. Pembuatan rangka laporan sangat membantu para pembuat laporan untuk terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.
Rangka laporan penelitian akan sangat membantu penyusun laporan dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. membantu melihat wujud ide-ide dalam sekilas pandang sehigga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal balik antara ide-ide itu sudah tepat dan harmonis dalam perimbangannya. Rangka laporan mencegah pembuat laporan keluar dan sasaran; dan
  2. dengan memperhatikan sebuah rangka laporan, penyusun laporan dapat melihat dengan jelas materi pembantu mana yang diperlukan (Keraf, 1977).


Format Laporan
Dalam penyusunan laporan, Sugiyono (1999) menyarankan sebaiknya peneliti berperan sebagai pembaca, sehingga laporan yang disajikan dapat dinilai apakah sudah baik atau belum. Laporan penelitian sebaiknya dibuat bertahap, tahap pertama berupa laporan pendahuluan, dan tahap kedua berupa laporan akhir.
Laporan pendahuluan sifatnya adalah draft yang masih perlu disempurnakan. Penyempumaan dapat dilakukan dengan cara menyeminarkan hasil penelitian, atau mengkonsultasikannya dengan dosen pembimbing. Melalui seminar dan konsultasi kekurangan-kekurangan akan dapat diperbaiki.
Laporan penelitian adalah merupakan laporan ilmiah, untuk itu maka harusdibuat secara sistematis dan logis pada setiap bagian sehingga pembaca mudah memahami langkah-tangkah yang telah ditempuh dalam penelitian dan hasilnya. Karena sifatnya ilmiah, maka hams replicable, yaitu harus bisa diulangi oleh orang lain yang akan membuktikan hasil atau temuan dalam penelitian itu.

Bagian awal
Bagian awal berisikan :

  1. Judul kegiatan ditulis dengan kalimat yangjelas dan padat
  2. Prakata, berisi pemyataan-pemyataan tentang tujuan penulisan laporan, hubungan dengan sponsor (bila ada), dan ucapan terima kasih.
  3. Daftar isi, diperlukan agar pembaca dapat mengetahui bagian-bagian dari laporan dan dapat melihat hubungan yang terjadi antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. Daftar isi berisi judul-judul masing-masing bab, bagian, subbagian, dan seterusnya,
  4. Daftar tabel, diperlukan apabila dalam teks terdapat cukup banyak tabel (lima tabel atau lebih). Daftar tabel memudahkan pembaca menemukan tabel-tabel tertentu yang diperlukan.
  5. Daftar gambar, penyediaan daftar gambar tersendiri dalam satu halaman memudahkan pembaca menemukan di halaman mana gambar tersebut berada.

Bagian utama
Tidak ada standar tertentu untuk bagian utama. Pada umumnya bagian utama terdiri atas beberapa bagian: (1) Pendahuluan; (2) Kajian Pustaka; (3) Metode Penelitian;. (4) Analisis dan Pembahasan; dan (5) Kesimpulan.

Bagian akhir
Bagian akhir laporan terdiri atas daftar bacaan, serta lampiran-lampiran dan lainnya bila ada.

Teknik Presentasi
1) Pengertian
Presentasi dapat dipahami sebagai sebuah kegiatan penyampaian informasi kepada publik melalui sebuah orasi, baik secara langsung (face to face) ataupun melalui media
Presentasi memiliki dua tujuan :1) Presentasi Informatif, dan 2) Presentasi Persuasif
Presentasi informatif bertujuan untuk memperkenalkan hal baru pada khalayak. Presentasi ini lebih ditujukan pada aspek kognisi khalayak. Proses ini lebih dikenal sebagai kegiatan sosialisasi.. Presentasi persuasif ditujukan untuk mempengaruhi sikap (attitude) dan prilaku (behavior) khalayak sebagaimana yang diinginkan presenter.
Dalam komunikasi, ada lima unsur yang harus diperhatikan. Kelima unsur tersebut adalah  (1) Pengirim pesan (sender), (2) Pesan yang dikirimkan (massage), (3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel medium), (4) Penerima  pesan (receiver), dan (5)  Umpan balik (feedback).
Hukum Komunikasi
        Lima (5) hukum komunikasi yang effektif (The 5  Inevitable Laws of Effective Communication) yaitu REACH (Recpect, Empaty, Audible, Clarity, Humble)

  1. Respect, sikap hormat dan sikap menghargai  terhadap halayak atau hadirin
  2. Empaty, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain. Rasa empaty akan memampukan kita untuk dapat menyampakan pesan (massage) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Empaty juga bisa berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik dengan sikap yang positif.
  3. Audible, dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik
  4. Clarity, kejelasan dari pesan yang akan disampaikan sehingga tidak 
  5. Sikap rendah hati, yaitu untuk membangun rasa menghargai orang lain

Persiapan
Hal penting dalam persiapan presentasi adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita, kualitas suara, bahasa dan kata-kata yang digunakan, dan  komunikasi non-verbal, yaitu kontk mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang digunakan akan memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan.
Dalam komunikasi perlu dipegang beberapa prinsip khususnya dalam persiapan mental

  1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan
  2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk tampil di depan publik
  3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audien akan sulit untuk mengingat lebih dari tiga hal dalam suatu waktu
  4. Kita harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas dan terarah
  5. Kita tak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik
  6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhnya menguasai seluruh hadirin
  7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita

Beberapa hal penting lain yang perlu dipersiapan

  • Durasi, yaitu panjangnya sebuah presentasi
  • Analisis Khalayak, yaitu mengenali komunikan
  • Perencanaan Presentasi, yaitu bagaimana mengorganisasi pesan (massage) dan informasi yang akan disampaikan. Misal diawali dengan persoalan dan diakhiri dengan penyampaian solusi terbaik.
  • Penggunaan Alat bantu Visual, dengan prinsip: mudah dibaca, memberikan penekanan dan kejelasan, dan sederhana

Beberapa alat bantu yang dapat dipakai, papan tulis, Flip Charts, Overhead proyektor, Slide proyektor, LCD proyektor
Penyampaian
Beberapa pertimbangan dalam penyampaian presentasi:

  1. Komunikasi Verbal, terkit dengan penggunaan bahasa yang tepat, suara, dan kecepatan dalam penyampaian presentasi dengan mempertimbangkan daya tangkap khalayan
  2. Komunikasi Non-verbal. Aspek penampilan non-verbal perlu mendapat perhatian. Kontak mata, ekspresi wajah, postur, dan gerakan tubuh sedamniu45670987t mungkin menunjang proses presentasi.


Share this:

CONVERSATION