Standar Auditing - Feel in Bali

Thursday, September 4, 2014

Standar Auditing

Standar Auditing
Pernyataan Standar Auditing
Sepuluh Butir Standar Auditing
Sepuluh standar auditing terbagi menjadi tiga kelompok yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.

Standar Umum

Keahlian dan pelatihan cukup sebagai auditor
Pencapaian keahlian tersebut dimulai dengan pendidikan formalnya yang diperluas melalui pengalaman-pengalaman selanjutnya dalam praktik audit. Untuk memenuhi persyaratan sebagai seorang professional, auditor harus menjalani pelatihan tekhnis yang cukup.

Independensi dalam Sikap Mental
Auditor harus bersikap independent artinya tidak mudah dipengaruhi karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Dengan demikian ia tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun, sebab bilamana tidak demikian halnya, bagaimanapun sempurnanya keahlian tekhnis yang ia miliki, ia akan kehilangan sikap tidak memihak yang justru sangat penting untuk mempertahankan kebebasan pendapatnya.

Menggunakan Kemahiran Jabatan dengan cermat dan seksama
Penerapan kecermatan dan keseksamaan diwujudkan dengan dilakukannya review secara kritis pada setiap supervisi terhadap pelaksanaan audit dan terhadap pertimbangan yang digunakan oleh mereka yang membantu audit.
Standar Pekerjaan Lapangan
Perencanaan dan supervisi 
Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten yang terkait dalam pencapaian tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai.

Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern
Bila struktur pengendalian intern pada perusahaan klien dirancang dengan baik dan dilaksanakan secara efektif akan mengamankan aset klien dan menghasilkan data yang dapat terpercaya.

Mendapatkan Bukti Audit Kompeten yang Cukup
Tujuan akhir dari standar pekerjaan lapangan adalah agar auditor memperoleh dasar yang layak untuk menyatakan suatu pendapat tentang laporan keuangan klien. Untuk memenuhi standar ini perlu pertimbangan profesional baik dalam menentukan jumlah maupun kualitas bukti yang diperlukan untuk mendukung pendapat auditor.
Standar Pelaporan

Laporan Keuangan Disusun sesuai dengan PABU
Standar pelaporan pertama mengharuskan auditor untuk menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum sebagai kriteria yang ditetapkan yang digunakan untuk mengevaluasi asersi-asersi dalam laporan keuangan manajemen.

Konsistensi dalam Penerapan PABU
Tujuan standar pelaporan ini adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan di antara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi , auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya.

Pengungkapan Memadai dalam Laporan Keuangan 
Standar ini akan berpengaruh terhadap laporan akntan hanya apabila pengungkapan yang dibuat oleh manajemen tidak memadai. Dalam keadaan demikian, auditor diharuskan untuk mencatumkan pengungkapan yang diperlukan dalam laporan auditor.

Pernyataan Pendapat
Standar pelaporan keempat mengharuskan auditor untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan sebagai keseluruhan atau pernyataan bahwa pendapat demikian tidak dapat diberikan.

Standar Auditing
a. Standar Umum

  1. audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan tehnis cukup sebagai auditor
  2. dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor
  3. dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama

b. standar pekerjaan lapangan

  1. pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya 
  2. pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan
  3. bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,pengamatan, pengajuan pernyataan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan

c. standar pelaporan

  1. laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
  2. laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya
  3. pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit
  4. laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa penyartaan demikian tidak dapat diberikan

Penerapan Standar Auditing
Standar auditing bisa diterapkan pada setiap audit yang dilakukan oleh akuntan publik, tanpa memandang besar kecilnya perusahaan klien, bentuk organisasi bisnis, jenis industri ataupun perusahaan bertujuan mencari laba atau tidak bertujuan mencari laba.

Hubungan antara Standar Auditing dengan Prosedur Auditing
Standar auditing berlaku sama pada setiap audit alporan keuangan sedangkan prosedur auditing bisa berbeda-beda penerapannya pada klien yang satu dengan klien yang lain.