Auditing dan Profesi Akuntan Publik - Feel in Bali

Thursday, September 4, 2014

Auditing dan Profesi Akuntan Publik

Auditing dan Profesi Akuntan Publik
Definisi Auditing
SOBAC mendefinisikan Auditing sebagai suatu proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan
Definisi tersebut dapat diuraikan menjadi 7 elemen yang harus diperhatikan dalam audit :
proses yang sistematis
2.         menghimpun dan mengevaluasi bukti secara obyektif
3.         asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi
4.         menentukan tingkat kesesuaian
5.         kriteria yang ditentukan
6.         menyampaiakn hasil-hasilnya
7.         para pemakai yang berkepentingan

Tipe/Klasifikasi Audit
Klasifikasi berdasar Tujuan Audit
Tipe Audit terbagi ke dalam tiga kategori:
Audit laporan keuanagn (financial statement audit) : mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai laporan keuangan suatu entitas dengan tujuan untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai criteria yang telah ditentukan yaitu PABU
Audit kepatuhan (compliance audit) : mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti dengan tujuan untuk menentukan apakah kegiatan financial maupun operasi tertentu dari suatu entitas sesuai dengan kondisi-kondisi, aturan-aturan dan regulasi yang telah ditentukan.
Audit operasional (operational audit) : meliputi penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai kegiatan operasional organisasi dalam hubungannya dengan tujuan pencapaian efisiensi, efektivitas maupun kehematan operasional.

Klasifikasi  berdasar Pelaksana Audit
Bila dilihat dari sisi untuk siapa audit dilaksanakan, auditing dapat juga diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
auditing eksternal : merupakan suatu kontrol sosial yang memberikan jasa untuk memenuhi kebutuhan informasi untuk pihak luar perusahaan yang diaudit.
Auditing internal : suatu kontrol organisasi yang mengukur dan mengevaluasi efektivitas organisasi.
Auditing Sektor Publik : suatu kontrol atas organisasi pemerintah yang memberikan jasanya kepada masyarakat, seperti pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Klasifikasi atas Dasar Audit Operasional
Ricchiute, tipe audit selain financial statement audit meliputi :
operational audits : suatu audit yang dirancang untuk menilai efisiensi dan efektivitas dari prosedur-prosdur operasi manajemen.
Financial dan compliance audits : audit yang menyerupai financial statement audit tetapi dapat dilakukan oleh sektor publik seperti lembaga pemerintah.
Economy dan efficiency audits : audit yang menyerupai operational audit tetapi dilakukan oleh sektor publik atau sektor pemerintahan.
Program results audits : audit yang dilakukan oleh pemerintah.

Tipe Auditor
Auditor yang ditugaskan untuk mengaudit tindakan ekonomi atau kejadian untuk entitas individuak atau entitas hukum pada umumnya diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok :
Auditor Internal : tujuannya adalah untuk memnatu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif
Auditor pemerintah : auditor yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas utamanya adalah melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan dari berbagai unit organisasi dalam pemerintahan.
Auditor independen : para praktisi individual atau anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa auditing profesional kepada klien.
Profesi akuntan publik : suatu perspektif sejarah

Profesi akuntan publik
Profesional merupakan orang yang melakukan kegiatan atau menjalani profesi tertentu. Menurut pasal 6 SK Menkeu No 43/1997, izin untuk membuka KAP akan diberikan apabila pemohon memenuhi persyaratan sbb :
berdomisili di Indonesia
memiliki register akuntan
menjadi anggota IAI
lulus ujian sertifikasi akuntan publik yang diselenggarakan IAI
memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai akuntan
telah menduduki jabatan manajer atau ketua tim dalam audit umum sekurang-kurangnya 1 tahun
wajib mempunyai KAP

Jasa yang diberikan kantor akuntan publik
jasa astesi : astesi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan seseorang yang independen dan kompeten mengenai kesesuaian, dalam segala hal yang signifikan, asersi suatu entitas dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jenis astesi yang diberikan : audit, pemeriksaan, penelaahan, prosedur
jasa nonastesi :
jasa akuntansi : diberikan melalui aktivitas pencatatan, penjurnalan, posting, jurnal penyesuaian, dan penyususnan laporan keuangan klien serta perancangan sistem akuntansi klien.
Jasa perpajakan : meliputi pengisian surat laporan pajak dan perencanaan pajak
Jasa konsultasi manajemen : fungsi pemberian konsultasi dengan memberikan saran dan bantuan teknis kepada klien untuk peningkatan penggunaan kemampuan dsan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan klien.

Hubungan audit dengan ilmu lainnya
Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam audit semakin luas dan semakin banyak  perkantoran akuntan publik yang menggunakan generalized audit software karena semakinmeningkat produktivitas dalam menjalankan pekerjaan audit dengan electronic working papers, sementara di pihak lain, system informasi yang diterapkan klien dengan basiskomputer yang memungkinkan pekerjaan audit dilaksanakan secara on line, akibatnyamanfaat audit yang diperoleh semakin cepat bagi yang membutuhkan informasi.Untuk itu para auditor dalam memberikan advis kepada klien di era informasi inidiharapkan memilki kemampuan : (1) Memahami nilai strategis system informasi.(2)Memahami aktivitas utama klien dalam menciptakan nilai tambah. (3)Memberikan alternatif tindakan untuk menciptakan nilai yang lebih besar dengan bantuanteknologi informasi.(4)Mengidentifikasi, memanej, dan mengembangkan sumberdaya organisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya -mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.



Perkembangan Audit
*Pengauditan Independen Sebelum Tahun 1990
Kelahiran fungsi pengauditan di Amerika Utara berasal dari Inggris. Akuntansi sebagaiprofesi diperkenalkan di bagian benua ini oleh Inggris pada paruh kedua abad kesembilanbelas. Para akuntan di amerika utara mengadopsi bentuk laporan dan prosedur auditsebagaimana yang berlaku di Inggris. Menurut Undang-Undang Companies act, semuaperusahaan audit harus diaudit. Ketika fungsi audit mulai diekspor ke amerika serikat,bentuk pelaporan model Inggris turut diadopsi pula meskipun peraturan yang berlaku diAmerika serikat tidak sama dengan yang berlaku di Inggris.
*Perkembangan di Abad Keduapuluh
Memasuki abad keduapuluh ,revolusiindustri kira-kira telah berusia 50 tahun dan selamamasa itu jumlah perusahaan industry telah berkembang dengan pesat. Kebanyakanpemegang saham tidak memahami makna pekerjaan seorang auditor, dankesalahpahaman melanda banyak pihak termasuk para pimpinan perusahaan dan banker.Pada umumnya mereka beranggapan bahwa pendapat auditor adalah jaminan keakuratanlaporan keuangan.Pada awalnya ,para akuntan public menyusun laporan tanpa mengikuti pedoman resmi.Akan tetapi pada 50 tahun berakhir, profesi dengan cepat mengembangkan redaksilaporan yang umum digunakan melalui AICPA. Alternatif bentuk tipe laporan yang dapatdipilih auditor tidak banyak , dan sekali auditor memilih jenis pendapat yangdiberikandalam situasi tertentu, auditor tinggal memilih laporan yang telah dirancang untukmenyatakan pendapat tersebut.
*Perkembangan Pengauditan di Indonesia
Profesi akuntansi di Indonesia masih muda. Tonggak penting perkembangan akuntansi diIndonesia pada tahun 1973, yaitu ketika Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) menetapkanPrinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dan Norma Perserikatan Akuntan (NPA). Prinsipakuntansi dan norma pemeriksaan tersebut hamper sepenuhnya mengadopsi prinsipakuntansi dan standar audit yang berlaku di Amerika Serikat. Penetapan prinsip akuntansidan pemeriksaan di Indonesia terutama dipicu oleh tergolong lahirnya pasar modal yangmensyaratkan perusahaan yang akan menjual sahamnya di pasar modal untuk memilikilaporan keuangan yang telah diaudit.Pada tahun 1995 lahir Undang-Undang Perseroan Terbatas yang mewajibkan suatuperseroan terbatas untuk menyusun laporan keuangan dan jika perseroan merupakan perusahaan public, maka laporan keuangannya wajib diaudit oleh akuntan public. Padatahun 1994 IAI melakukan penyusunan ulang prinsip akuntansi dan standar audit yangdisebut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik(SPAP). Sejalan dengan itu Dewan Standar Akuntansi yang dibentuk oleh IAI secara terus menerus menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang hingga saat ini telah mencapai 56 buah.

Peran audit dalam suatu Negara
-Auditing dilaksanakan dalam rangka membandingkan kesesuaian antara kebijakan yang berlaku dalam suatu entitas terhadap pelaksanaan yang sebenarnya terjadi untuk melihat efektifitas dan efisiensi aktivitas entitas

-Auditor dapat memberikan penilaian yang objektif dan relevan baik atas laporankeuangan, operasional, dan kepatuhan atas prosedur yang berlaku yang dilaksanakanoleh pihak manajemen (auditi), karena posisinya yang independen dan memilikikompetensi yang cukup, tidak perlu terbebani dengan aktivitas yang tidak dia lakukan(aktivitas yang di audit).-

Auditing adalah hilir dari serangkaian proses yang dilaksanakan, sehingga audit yang baik dapat menjamin entitas tersebut mampu sustainable. Menginformasikan keadaanyang sebenarnya mengenai besaran untung atau rugi, posisi yang harus diperbaiki, danyang mengalami kemajuan, dapat dijadikan acuan bagi entitas tersebut untuk bertindak restropektif, memprioritaskan aktivitas yang dianggap perlu, dan mengestimasiaktivitas strategi