Akutansi Keuangan : Utang Jangka Panjang - Feel in Bali

Saturday, February 1, 2014

Akutansi Keuangan : Utang Jangka Panjang


1.1  Pengertian Utang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang menurut Kieso (2002 : 242) “terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama”.
Dapat disimpulkan hutang jangka panjang adalah utang yang diharapkan akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau lebih dari satu siklus operasi normal perusahaan (mana yang lebih panjang), dan dengan menggunakan aktiva tidak lancar yang ada atau dengan menimbulkan kewajiban jangka panjang lainnya atau dengan mengalihkan menjadi modal saham.
1.2  Akuntansi Obligasi Metoda Garis Lurus
                                                                                    Agio obligasi
Amortisasi agio obligasi / bulan =
                                                                        Umur obligasi dalam bulan
Amortisasi agio obligasi th ttt = umur obligasi dalam bln x amortisasi agio obligasi / bulan
Jurnal tanggal 31 Desember 200..
Agio obligasi                                                               xxx                  -
            Biaya bunga obligasi                                         -                     xxx     

                                                                                    Disagio obligasi
Amortisasi disagio obligasi / bulan =
                                                                        Umur obligasi dalam bulan
Amortisasi disagio obligasi th ttt = umur obligasi dalam bln x amortisasi disagio                   obligasi / bulan
Jurnal tanggal 31 Desember 200..
Biaya bunga obligasi                                                               xxx                  -
            Disagio obligasi                                                                         -                     xxx     

PT A tanggal 1 Maret 2009 mengeluarkan obligasi sebanyak 100.000 lembar dengan nilai nominal Rp.1.000/lembar, bunga sebesar 12 %/tahun dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Obligasi tersebut jatuh tempo tanggal 1 Januari 2013.Harga jual obligasi sebesar Rp.99.540.000.
1.    Umur obligasi:
Tahun 2009 :          10        bulan
Tahun2010  :          12        bulan
Tahun 2011 :          12        bulan
Tahun 2012 :          12        bulan +
            46      bulan
      (Rp1.000x100.000) - Rp.99540.000        
Amortisasi disagio obligasi / bulan     =
                                                                                                        46
                                                            = Rp.10.000                                                                                                   
Amortisasi disagio obligasi tahun 2009: 10 x Rp.10.000=Rp.100.000
2.    Tabel amortisasi disagio obligasi metode garis lurus (dalam Rp)

Th.



(1)
Pemba-yaran
Bunga ke
(2)
Bunga yang dibayar
(3)=6% x
Nom obl
Amortisasi
Disagio


(4)
Bunga
Efektif


(5)=(3)+(4)
Disagio
Obligasi


(6)=(6)-(4)
Nilai buku obligasi


(7)=(7)+(4)

1/3-‘09
-
-
-
-
460.000
99.540.000

1/7-‘09
1
4.000.000*
40.000
4.040.000
420.000
99.580.000

1/1-‘10
2
6.000.000
60.000
6.060.000
360.000
99.640.000

1/7-‘10
3
6.000.000
60.000
6.060.000
300.000
99.700.000

1/1-‘11
4
6.000.000
60.000
6.060.000
240.000
99.760.000

1/7-‘11
5





1/1-‘12
6






1/7-‘12
7






1/1-‘13
8




100.000.000
*6 % x 100.000 x Rp.1.000 x 4/6 atau 12 % x 100.000 x Rp.1.000 x 4/12
Misalnya harga jual obligasi Rp.100.460.000
3.    Tabel amortisasi agio obligasi metode garis lurus (dalam Rp)
Th.



(1)
Pemba-yaran
Bunga ke
(2)
Bunga yang dibayar
(3)=6% x
Nom obl
Amortisasi
agio


(4)
Bunga
Efektif


(5)=(3)-(4)
Agio
Obligasi


(6)=(6)+(4)
Nilai buku obligasi


(7)=(7)-(4)
1/3-‘09
-
-
-
-
460.000
100.460.000
1/7-‘09
1
4.000.000
40.000
3.960.000
420.000
100.420.000
1/1-‘10
2
6.000.000
60.000
5.940.000
360.000
100.360.000
1/7-‘10
3
6.000.000





1.3  Akuntansi Obligasi Metoda Bunga Efektif
Pada tanggal 1 Juli 2009 PT B mengeluarkan obligasi sebanyak 100.000 lembar dengan nilai nominal Rp,1.000/lembar. Bunga obligasi sebesar 12 % / th dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Pembeli mengharap bunga efektif seperti yang berlaku di pasar sebesar 13 %. Obligasi tersebut jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2013. Harga jual obligasi sebesar Rp.97.257.740,11.
1.    Tabel amortisasi disagio obligasi metode bunga efektif (dalam Rp )
Th.



(1)
Pemba-yaran
Bunga ke
(2)
Debet
Biaya bunga
(3)=13%x6/12x
       Nilai buku
       Awal th
Kredit
Kas (bunga yang dibayar)
(4)=6%x 100 jt
Kredit
Disagio obligasi
(5)=(3)-(4)
Nilai buku obligasi
(6)=NB awal th+(5)
1/7-‘09
-
-
-
-
97.257.740,11
1/1-‘10
1
6.321.753,11
6.000.000
321.753,11
97.579.493,22
1/7-‘10
2
6.342.667,06
6.000.000
342.667,06
97.922.160,28
1/1-‘11
3
6.364.940.42
6.000.000
364.940.42
98.287.100,70
1/7-‘11
4




1/1-‘12
5




1/7-‘12
6




1/1-‘13
7



100.000.000

Misalnya bunga obligasi 13 % dan pembeli mengharap bunga efektif yang berlaku di pasar sebesar 12 %. Harga jual obligasi sebesar Rp.102.791.190,70.
2.    Tabel amortisasi agio obligasi metode bunga efektif (dalam Rp )
Th.



(1)
Pemba-yaran
Bunga ke
(2)
Debet
Biaya bunga

(3)=12%x6/12x
       Nilai buku
       Awal th
Debet
Agio Obligasi

(4)=(5)-(3)
Kredit
Kas (bunga yang dibayar)
(5)=6,5 % x 100 jt
Nilai buku obligasi

(6)=NB awal th-(4)
1/7-‘09
-
-
-
-
102.791.190,70
1/1-‘10
1
6.167.471,44
332528,56
6.500.000
102.458.662,14
1/7-‘10
2
6.147.519,73
352.480,27
6.500.000
102.106.181,18






dst






1.4  Penyajian dan Analisis Utang Jangka Panjang
Penyajian Hutang Jangka Panjang :
            Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar seringkali hanya melaporkan satu jumlah dalam neraca dan mendukungnya dengan komentar serta skedul dalam catatan yang menyertainya. Setiap aktiva yang digadaikan sebagai jaminan atas hutang itu harus ditunjukkan dalam kelompok aktiva di neraca. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun harus dilaporkan sebagai kewajiban lancar, kecuali jika penarikan itu dipenuhi dengan aktiva selain aktiva lancar. Jika hutang itu akan di danai kembali, dikonversi menjadi saham, atau ditarik dari dana pelunasan obligasi, maka hal itu harus dilaporkan sebagai pos tidak lancar dan disertai dengan catatan penjelasan mengenai metode yang digunakan dalam likuidasinya. Pengungkapan juga diperlukan pada pembayaran masa depan untuk kebutuhan dana pelunasan dan jumlah jatuh tempo hutang jangka panjang selama 5 tahun ke depan.
Analisis Hutang Jangka Panjang :
            Rasio hutang terhadap total aktiva dan berapa kali bunga dihasilkan adalah dua rasio yang memberikan informasi tentang kemampuan membayar hutang dan solvensi jangka panjang perusahaan.