Aktiva Tetap - Feel in Bali

Saturday, February 1, 2014

Aktiva Tetap


1.1 Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aktiva tetap dapat dikelompokkan kedalam dua golongan yaitu :
·         Aktiva Tetap Berwujud 
Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva berwujud yang sifatnya relatif  permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan normal. Jadi aktiva tetap berwujud ini mempunyai sifat permanen atau dengan kata lain dapat digunakan   dalam jangka waktu yang relatif lama.
·         Aktiva Tetap Tidak Berwujud  
Aktiva tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif. Aktiva tidak berwujud antara lain dapat berbentuk lisensi, merek dagang, (termasuk merek produk), hak paten, hak cipta, waralaba.
1.2  Harga Perolehan Aktiva Tetap
Harga Perolehan aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan atau terjadi untuk mendapatkan aktiva tersebut sehingga siap untuk dipakai dalam kegiatan normal perusahaan. Yang termasuk Harga Perolehan antara lain : Harga beli aktiva yang bersangkutan ditambah biaya angkut, biaya pemasangan, biaya asuransi waktu pengangkutan, biaya percobaan, biaya komisi, biaya balik nama dll.
Contoh Perhitungan Harga Perolehan:
Mesin (menurut harga faktur)                                 Rp 8.000.000,-
B.pengangkutan                  Rp 250.000,-
B.pemasangan                    Rp 150.000,-
B.instalasi                           Rp 300.000,-
B.percobaan                       Rp 300.000,-
                                                                            Rp 1.000.000,-
                  Harga perolehan/harga pokok             Rp 9.000.000,-


1.3  Cara-cara Memperoleh Aktiva Tetap
Aktiva Tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
1.      Membeli tunai
2.      Membeli secara kredit/angsuran (dicatat sebesar harga tunainya dan selisih antara harga tunai dengan jumlah angsuran sebagai bunga dan dialokasikan ke beban bunga periode selama masa kontrak pembelian)
3.      Pertukaran
4.      Membuat sendiri (maka harga perolehan = semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan aktiva yang bersangkutan siap dipakai)
5.      Diterima sebagai hadiah (dicatat sebesar harga pasar/harga yang wajar disertai dengan mengkredit rekening modal/modal hadiah/sumbangan/donasi.

1.4  Biaya-biaya Setelah Akusisi Aktiva Tetap

Jenis Pengeluaran
Perlakuan Akuntansi Normal
Penambahan
Mengkapitalasi biaya penambahan ke akun aktiva
Perbaikan dan Pergantian
(a)    Nilai Tercatat Diketahui : hilangkan biaya dan akumulasi penyusutan aktiva lama dengan mengakui setiap keuntungan atau kerugian. Kapitalisasi biaya perbaikan/penggantian.
(b)   Nilai Tercatat Tidak Diketahui :
1.      Jika umur manfaat aktiva diperpanjang, maka debet akumulasi penyusutan untuk biaya perbaikan/penggantian
2.      Jika kuantitas atau kualitas dari produktivitas aktiva ditingkatkan, maka kapitalisasi biaya perbaikan/penggantian kea kun aktiva
Penyusunan Kembali dan Pemasangan Kembali
(a)    Jika biaya pemasangan awal diketahui, perlakuan biaya penyusunan kembali.
(b)   Jika biaya pemasangan awal tidak diketahui dan biaya penyusunan kembali berjumlah material dan bermanfaat pada periode masa depan, maka kapitalisasi sebagai aktiva.
(c)    Jika biaya pemasangan awal tidak diketahui dan biaya penyusunan tidak material jumlahnya atau manfaat periode masa depan diragukan, maka bebannkan biaya ketika terjadi.
Reparasi
(a)    Biasa : Bebankan biaya reparasi ketika terjadi
(b)   Besar : Jika layak, perlakukan sebagai penambahan, perbaikan, atau penggantian


1.5  Disposisi Aktiva Tetap
Sebuah perusahaan mungkin dapat menarik aktiva tetap secara sukarela atau melepaskan sebagai penjualan, pertukaran, konversi terpaksa, atau pembuangan. Tanpa memperhatikan waktu pelepasan, penyusutan harus dihitung hingga tanggal disposisi. Kemudian semua akun yang berhubungan dengan aktiva yang ditarik harus dihilangkan. Umumnya nilai buku aktiva tetap tertentu tidak sama dengan nilai pelepasannya sehingga timbul keuntungan atau kerugian. Penyusutan merupakan estimasi atas alokasi biaya dan bukan proses penilaian. Keuntungan atau kerugian sebenarnya merupakan koreksi laba bersih untuk tahun-tahun selama aktiva tetap digunakan.
·         Penjualan Aktiva Tetap
Penyusutan harus dicatat selama periode waktu antara tanggal ayat jurnal penyusutan terakhir dibuat dan tanggal penjualan.
·         Konversi Terpaksa
Terkadang pelayanan suatu aktiva berakhir karena konversi terpaksa ( involuntary conversion ) seperti kebakaran, banjir, pencurian atau pembebasan. Selisih antara jumlah yang dipulihkan dan nilai buku aktiva tersebut jika ada, dilaporkan sebagai keuntungan atau kerugian. Keuntungan atau kerugian akan diperlakukan dengan cara yang tidak berbeda dengan jenis disposisi lainnya.
·         Masalah lainnya
Jika suatu aktiva disubstitusikan atau dibuang tanpa ada pemulihan kas, maka kerugian harus diakui dalam jumlah yang sama dengan nilai buku aktiva. Jika terdapat nilai sisa, maka keuntungan atau kerugian yang terjadi merupakan selisih antara nilai sisa aktiva dan nilai bukunya. Jika suatu aktiva masih dapat digunakan meskipun telah disusutkan secara penuh, maka aktiva itu dapat dicatat dalam pembukuan pada biaya historis dikurangi penyusutan.