image1 image2 image3

HELLO I'M ENDRA YUDA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M BLOGGER FROM BALI|I HOPE THIS BLOG IS USEFUL

SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK

Ada tiga cara / system pemungutan pajak yang dipergunakan untuk menentukan siapa yang menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang terutang oleh seseorang yang pernah dilaksanakan di Indonesia  , yaitu :

1. Official Assesment System (dilaksanakan sampai 1967)
Official assessment sytem adalah suatu cara pemungutan pajak yang wewenang untuk menentukan besar pajak terutang ada pada pemungutan pajak (fiscus), dalam hal ini Dirjen Pajak.Official Assesment System yaitu system pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang terutang oleh wajib pajak dihitung dan ditetapkan oleh aparat pajak atau fiskus. Dalam system ini utang pajak timbul bila telah ada ketetapan pajak dari fiskus ( sesuai dengan ajaran formil tentang timbulnya utang pajak ). Jadi dalam hal ini wajib pajak bersifat pasif.

2. Semi Self Assessment System dan With Holding System (dilaksanakan pada 1968-1983)
a. Semi self assessment system, yaitu cara pemungutan pajak yag wewenang untuk menentukan besar pjak terutang ada pada wajib pajak bersama-sama dengan fiscus.Semiself assessment system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang member wewenang kepada fiskus dan WP untuk menentukan besarnya pajak seseorang yang terutang.

b. With holding system, yaitu cara pemungutan pajak yang wewenang untuk menentukan basar pajak terutang adalah bukan pajak dan bukan fiscus, melainkan pihak ketiga yang ditunjuk.Withholding system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang pada pihak ketiga untuk memotong/memungut besarnya pajak yang terutang. Pihak ketiga yang telah ditentukan tersebut selanjutnya menyetor dan melaporkannya kepada fiskus. Pada sistem ini, fiskus dan WP tidak aktif. Fiskus hanya bertugas mengawasi saja pelaksanaan pemotongan/pemungutan yang dilakukan oleh pihak ketiga. With Holding System yaitu system pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang terutang dihitung oleh pihak ketiga ( yang bukan wajib pajak dan juga bukan aparat pajak / fiskus ).

3. Full Self Assessment System (dilaksanakan mulai 1983 sampai dengan sekarang)
Full self assessment system adalah sesuatu cara pemungutan pajak yang berhak menghitung dan menentukan besar pajak terutang adalah wajib pajak sendiri.Self Assesment System yaitu system pemungutan pajak dimana wewenang menghitung besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak diserahkan oleh fiskus kepada wajib pajak yang bersangkutan, sehingga dengan sisten ini wajib pajak harus aktif untuk menghitung, menyetor dan melaporkan kepada Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ), sedangkan fiskus bertugas memberikan penerangan dan pengawasan.

Share this:

CONVERSATION