image1 image2 image3

HELLO I'M ENDRA YUDA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M BLOGGER FROM BALI|I HOPE THIS BLOG IS USEFUL

Pendekatan Regulatoris Untuk Perumusan Teori Akuntansi




1.1 Hakekat Standar Akuntansi

Standar akuntansi mendominasi pekerjaan para akuntan. Standar memberikan aturan-aturan praktis dan bermanfaat bagi pelaksanaan seorang akuntan. Standar secara umum diterima sebagai aturan baku yang di dukung oleh sanksi untuk setiap ketidakpatuhan. Standar akuntansi biasanya terdiri dari 3 bagian :

1. deskriptasi masalah yang harus dipecahkan
2. diskusi dengan pertimbangan yang sehat (kemungkinan dengan melihat teori-teori fundamental) atau cara-cara untuk menyelesaikan masalah
3. selanjutnya sejalan dengan keputusan atau teori yang ada, solusi yang disarankan


Dalam menilai subjek masalah dari standar, Edey membagi persyaratan-persyaratan standar menjadi 4 tipe utama :

1. tipe 1, menyatakan bahwa para akuntan harus memberitahukan kepada masyarakat apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan berbagai metode dan asumsi
2. tipe 2, ditujukan pada tercapainya suatu keseragaman dalam penyajian laporan-laporan akuntansi
3. tipe 3, meminta adanya ungkapan atas masalah-maalah spesifik dimana pengguna mungkin diminta untuk menerapkan pertimbangannya sendiri.
4. tipe 4, mensyaratkan dibuatnya keputusan implisit atau eksplisit mengenai evaluasi aktiva dan menentukan laba yang telah disetujui

Keseluruh tipe standar di atas akan terus dikembangkan. Beberapa alasan tepat mengapa standar harus dibuat adalah :

1. standar memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan penyelenggaraan sebuah perusahaan kepada para pengguna informasi akuntansi
2. standar memberikan pedoman dan aturan tindakan bagi para akuntan publik yang memungkinkan mereka untuk menerapkan kehati-hatian dan kebebasan dalam menjual keahlian dan integritas mereka dalam mengaudit laporan keuangan dan membuktikan validitas atas laporan tersebut
3. standar memberikan database kepada pemerintah mengenai berbagai variabel yang di anggap sangat penting dalam pelaksanaan perpajakan, regulasi perusahaan, perencanaan, dan regulasi ekonomi serta peningkatan efisiensi ekonomi dan sasaran-sasaran sosial lainnya
4. standar menumbuhkan minat dalam prinsip dan teori bagi mereka yang memiliki perhatian dalam disiplin ilmu akuntansi
1.2 Tujuan Penetapan Standar

Pemberlakuan standar mungkin memberikan keuntungan bagi beberapa pihak dan merugikan beberapa pihak yang lain. Ada dua pendekatan yang bisa digunakan :

1. pendekatan ketepatan penyajian
2. pendekatan konsekuensi ekonomi

pendekatan pertama mendukung pelaporan secara netral dan pencarian ketepatan penyajian melalui proses penetapan standar. Menurut pendekatan ini, akuntansi dibandingkan dengan membuat peta keuangan, dimana peta-peta harus dibuat akurat dan tepat.
Pendekatan kedua mendukung pengadopsian standar yang akan memberikan konsekuensi ekonomi yang baik daripada konsekuensi ekonomi yang buruk.


1.3 Entitas-Entitas Yang Berkepentingan Dengan Standar Akuntansi

1. Individual dan Kantor Akuntan Publik
individual dan kantor akuntan publik bertanggung jawab melalui auditor-auditor mereka untuk secara independen mensertifikasi bahwa laporan keuangan perusahaan telah menyajikan bukti dari aktifitas bisnis dengan wajar dan akurat.
2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
3. American Accounting Association (AAA)
AAA adalah organisasi para akademisi akuntansi dan setiap individu yang tertarik dengan peningkatan praktik dan teori akuntansi.
4. Financial Accounting Standards Board (FASB)
FASB adalah badan independent yang berwenang dan ditugaskan untuk menetapkan dan meningkatkan standar pelaporan dan akuntansi keuangan, yaitu standar-standar yang berhubungan dengan pencatatan informasi yang bermakna mengenai peristiwa dan transaksi ekonomi dalam cara yang berguna dalam laporan keuangan.
5. Securities And Exchange Commission (SEC)
SEC bertanggung jawab untuk menyelenggarakan administrasi berbagai hukum yang dimaksudkan untuk mengatur sekuritas dan untuk memastikan ketepatan dari pelaporran keuangan dan pengungkapan perusahaan amerika.
6. Organisasi Profesional Lainnya
7. Para Pengguna Laporan Keuangan



1.4 Siapa Yang Berwenang Menetapkan Standar ?

1. teori tentang regulasi
2. haruskah kita mengatur akuntansi?
3. pendekatan pasar bebas
4. regulasi standar akuntansi sektor swasta
5. regulasi standar akuntansi di sektor publik

1.5 Legitimasi Proses Penetapan Standar

1. Prognosis Pesimistik
Legitimasi proses penetapan standar kadang dihubungkan dengan kemampuannya untuk membuat sistem akuntansi yang optimal yaitu satu sistem yang ekspektasi pengembaliannya kepada seseorang pengguna yang menerapkan sebuah strategi keputusan yang optimal adalah lebih besar dari atau sama dengan pengembalian yang serupa dari sistem alternatif yang lain.implikasianya adalah tidak ada penyajian laporan keuangan alternatif dengan berdasarkan atas kumpulan aturan akuntansi lain yang dapat memberikan utilitas kepada penggunanya dengan lebih baik.
Prognosis pesimistik diperluas lagi untuk menunjukan :
A. bahwa pemilhan dari alternatif pelaporan keuangan pada akhirnya harus meminta pertukaran keuntungan seseoang dengan keuntungan milik orang lain
B. bahwa penyelesaian dari elternatif pelaporan keuangan akan mensyaratkan pertibangan nilai atau etika mengenai kekayaan siapa yang kan dipertukarkan dan dalam dimensi apa serta untuk siapa.

2 . Prognosis Otimistik
Cusaing memberikan sesuatu prognosis yang optimistik mengenai banyaknya jumlah tanggung jawab dari prinsip akuntansi yang optimal, dengan syarat bahwa asumsi dari para pengguna heterogen tidak digunakan dan bahwa asumsi yang mendasari paradoksarrow mendapat tantangan terutama asumsinya yang mengatakan
A. Bahwa definisi arrow mengenai fungsi kesejahteraan sosial mengharuskan pilihan-pilihan sosial menjadi transitif
B. Bahwa persyaratan arrow mengenai kebebasan atau alternatif yang tidak relefan memiliki kegunaan yang patut untuk dipertanyakan

1.6 Standar Akuntansi Yang Berlebihan

Standar akuntansi yang berlebihan umumnya dihubungkan dengan perkembangan standar akuntasi. Situasi-situasi berikut ini juga telah ikut dikaitkan dengan masalah tersebut :
1. standar yang terlalu banyak
2. standar yang terlalu detail
3. tidak ada standar yang tegas membuat pemilihan suatu aplikasi menjadi sulit
4. standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan0perbedaan yang terdapat dalam kebutuhan dari para pembuat pengguna dan CPA
5. standar untuk tujuan umum tidak mampu mengatasi perbedaan yang terdapat diantara :
A. entitas publik dan non publik
B. laporan keuangan tahunan dan interin
C. perusahaan-perusahaan besar dan kecil
D. laporan keuangan yang telah diaudit dan belum diaudit

6. pengungkapan yang berlebihan,pengukuran yang rumit atau keduanya

Dampak dari Standar Akuntansi yang Berlebihan
Jumlah yang besar,kesempitan dan kekakuan dari standar akuntansi dapat memberikan dampak yang serius bagi pekerjaan yang dilakukan oleh para akuntan,nilai dari informasi keuangan bagi pengguna dan keputusan bisnis yang dibuat oleh manajemen.akuntan dapat kehilangan fokus dari pekrjaan mereka yang sebenarnya dikarenakan  oleh berlebihnya data yang diminta ketika memenuhi standar yang ada.kegagalan audit dapat terjadi karena akuntan dapat kehilangan fokus dalam audit dan lupa untuk melaksanakan prosedur-prosedur audit mendasar

Solusi Bagi Masalah Standar Akuntansi yang Berlebihan
Special committee on acoounting standards dari AICPA mengefaluasi kemungkinan-kemungkinan pendekatan berikut ini untuk menangani standar akuntasi yang berlebihan
1. tidak ada perbahan,tetap status quo
2. perubahan dari konsep yang ada saat ini dari satu kumpulan GAAP yang berlaku untuk semua perusahaan bisnis menjadi dua kumpulan GAAP,sehingga menciptakan satu kumpulan GAAP yang terpisah bagi entitas-entitas tertentu,seperti perusahaan-perusahaan non publik kecil
3. perub ahan dalam GAAP untuk menyederhanakan aplikasinya terhadap seluruh perusahaan bisnis
4. membuat pengungkapan yang berbeda dan alternatif-alternatif pengukuran
5. perubahan dalam standar CPA untuk pelaporan laporan keuangan
6. satu elternatif dari GAAP sebagai dasar pilihan dalam menyajikan laporan keuangan.

Pendekatan yang mengandalkan kepada alternatif dari GAAP memiliki tiga kemungkinan:
1. suatu basis metode akuntasi (basis akunting metod-BAM) yang baru
2. khas atau basis khas yang dimodifikasi
3. basis pajak penghasilan

BAM adalah suatu hal yang tidak mungkin karena hal tersebut akan menimbulkan lebihy  banyak biaya dari pada keuntungan.beberapa kesimpulan dilontarkan oleh komite mengikuti hal-hal berikut ini:
1. BAM akan memuat sifat-sifat dasar dari GAAP dan memungkinkan penyimpangan yang signifikan dari prinsip-prinsip pengukuran yang terdapat dalam GAAP
2. BAM malah akan menambah dari pada mengurangi masalah standar yang berlebihan mengingat bahwa BAM akan menciptakan persyaratan baru sebagai tembahan dari GAAP
3. BAM akan diminta posisinya untuk setiap permasalahan dalam GAAP yang akan membutuhkan banyak biaya dan waktu
4. BAM akan perlu dibuat oleh badan penyusun standar baru
5. BAM akan dianggap sebagai bukan turunan dari GAAP melainkan turunan dari GAAP untuk entitas-entitas khusus

1.7 Pilihan Dalam Akuntansi

Pengungkapan akuntansi dan kontrak berdasarkan atas ekuntansi ini adalah hasil dari suatu pilihan dalam akuntansi, sebuah pilihan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi output dari sistem akuntansi dengan cara tertentu.tiga katagori sasaran atau motifasi dari dilakukannya pilihan dalam akuntansi dapat ditentukan sebagai berikut
:
1. pembuatan kontrak
karena adanya biaya-biaya keagenan dan tidak ada pasar yang lengkap maka digunakan kontrak yang tergantung kepada negara yang sering kali dipengaruhi oleh pilihan-pilihan akuntasi.kategori ini diberi istilah perspektif pembuatan kontrak yang efektif.

2. pemberian harga atau aktiva
karena informasi yang asimetris,pilihan dalam akuntansi dapat digunakan untuk mempengaruhi harga aktifa,baik melalui orang dalam yang mengetahui masalah ini dan membocorkan informasi sampai kepada orang dalam yang tidak mengetahui mengenai permasalahan perputaran, besaran dan resiko dari arus khas dimasa depan atau melalui manager yang memiliki kepentingan pribadi dan percaya bahwa pendapatan yang lebih tinggi akan mengarah pada peningkatan harga saham

3. mempengaruhi pihak-pihak eksternal
pilihan akuntansi dapat digunakan untuk mempengaruhi pihak-pihak eksternal disamping pemilik asli dan potensial dari perusahaan seperti internal refenue service,regulator pemerintah,pemasok,pesaing, dan negosiator setingkat buruh

1.8 Strategi Penerapan Standar Bagi Negara-Negara Berkembang

Karakteristik negara-negara berkembang adalah memiliki sistem akuntansi yang secara relatif kurang memadai dan kurang dapat diandalkan serta institusi-institusi yang umumnya baru dan belum teruji proses penetapan standar di negara0negara berkembang tidak mengikutui strategi yang unik yang tepat bagi tiap-tiap negara dan konteks mereka.ada empet jenis strategi yang dapat kita identifikasi:



1. pendekatan evolusioner
pendekatan evolusioner terdiri atas suatu pendekatan isolasiunis atas pembuatan standar dimana negara berkembang mengembangkan standarnya sendiri tenpa gangguan ataupun pengaruh dari luar.negara berkembang tersebut menentukan tujuan dan kebutuhan akuntansi sendiri secara spesifik dan selanjutnya memenuhi dengan teknik,konsep,institusi,profesi, dan pendidikan sendiri dalam kondisi terisolasi.proses pemblajaran dari pendekatan ini harus datang dari pengalaman lokal dan bukan pengalaman internasional.

2. pendekatan transfer teknologi
pengembangan melalui transfer teknologi akuntansi dapat diakibatkan dari oprasi dan aktifitas dari kantor akuntan internasional,perusahaan multi nasional dan para akademisi dinegara berkembang atau berbagai perjanjian internasional dan kesepakatan kerjasama yang meminta dilakukannya pertukaran inforkasi dan teknologi.suatu trategi untuk melakukan transfer teknologi akuntansi terdira atas :
1. tujuan-tujuan bagi transfer teknologi akuntansi
2. strategi
3. saluran melakukan transfer
4. tingkatan-tinglatan dari teknologi akuntansi.
Tiga jenis teknologi indifidu,organisasi, dan profesional independent didefinisikan sebagai berikut
T1: tingkat pengetahuan akuntansi teknis yang dimiliki oleh indifidual
T2: tingkat kecanggihan teknik akuntansi yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi bisnis
T3: tingkat kemajuan dari suatu profesi akuntansi independent

3. penggunaan standar akuntansi internasional
strategi yang juga tersedia bagi negara-negara berkembang adalah bergabung dengan internasional acoounting standards committee (IAFC) atau badan standar internasional lalinnnya yang telah diidentifikasi sebelumnya dan menerapkan ketetapan secara borongan.alasan diblakang strategi ini mungkin adalah untuk :
A. memperkecil biaya persiapan dan pembuatan standar akuntansi
B. bergabung dengan dorongan harmonisasi internasional
C. memfasilitasi pertumbuhan infestasi asing yang mungkin dibutuhkan
D. memungkinkan profesi ini meniriu standar profesional atas prilaku dan perbuatan yang telah dibuat dengan baik
E. melegitimasikan statusnya sebagai anggota denga status penuh dari komunitas internasional

4. strategi situasional
strategi situasional dpat dikenal pula sebagai pengembangan standar akuntansi dengan didasarkan atas analisis dari prinsip dan praktek akuntansi dinegara-negara maju terhadap latar beakang lingkungan yang mendasarinya.pada dasarnya strategi ini meminta dilakukannya pertimbangan pada faktor-faktor diagnostik yang mentukan pengembangan akuntansi dinegara-negara berkembang.

Share this:

CONVERSATION