Pertimbangan komponen-komponen pengendalian intern dan Aktivitas pengendalian-transaksi penjualan kredit - Feel in Bali

Wednesday, April 3, 2013

Pertimbangan komponen-komponen pengendalian intern dan Aktivitas pengendalian-transaksi penjualan kredit




Pada bagian berikut ini, akan dibahas 4 dari 5 komponen pengendalian intern untuk siklus pendapatan, yaitu lingkungan pengendalian, perhitungan risiko, informasi dan komunikasi (termasuk didalamnya sistem akuntansi), dan monitorong. Pemahaman mengenai keempat komponen tersebut diperlakukan baik jika auditor menggunakan pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan maksimum maupun jika digunakan pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan lebih rendah.


Lingkungan pengendalian

            Lingkungan pengendalian terdiri dari beberapa faktor yang dapat mengurangi sejumlah risiko bawaan yang berkaitan dengan siklus pendapatan seperti telah diuraikan diatas. Dipihak lain, faktor-faktor ini juga bisa meningkatkan atau meniadakan efektifitas komponen-komponen pengendalian intern lainnya dalam pengendalian risiko salah saji dalam asersi-asersi sklus pendapatan.
            Faktor lingkungan pengendlian yang merupakan kunci dalam mengurangi risiko kecurangan pelaporan keuangan (misalnya berupa pelaporan pendapatan dan piutang dalam jumlah lebih tinggi dari jumlah sesungguhny) adakah kepatuhan manajemen untuk selalu meningkatkan dan mempertahankan standar integritas dan nilai-nilai etika yang tinggi. Lingkungan pengendalian akan semakin baik apabila penetapan wewenng dan tanggung jawab untuk semua kegiatan dalam siklus pendapatan dikomunikasikan dengan jelas antara lain dengan uraian tugas tertulis. Manajemen senior harus menetapkan tingkat akuntabilitas yang tepat digunakan oleh sumber daya perusahaan dalam upaya memperoleh pendapatan dan laba.

Perhitungan risiko

            Perhitungan risiko  manajemen untuk pelaporan keuangan adalah sama dengan menetapkan risiko bawaan yang dilakukan oleh auditor ekstrn. Kesungguhan manajemen untuk mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan transaksi-transaksi siklus pendapatan dan saldo-saldo seperti telh diuraikan diatas, dibarengi dengan komitmen untuk melaksanakan aktifitas pengendalian, akan merugikan terjadinya dalah saji.

Informasi dan komunikasi (sistem akuntansi)

            Hal terpenting yang disoroti dalam komponen ini berkaitan dengan sistem akuntansi yang digunakan untuk mengolah transaksi-transaksi silkus pendapatan dan saldo-saldo. Untuk memahami sistem akuntansi pendapatan diperlukan pengetahuan tentang bagaimana, penjualan diwali, barang dan jasa dikirimkan, piutang dicatat, kas diterima, dan penyesuaian penjualan dilakukan, termasuk metode pengolahan data dan dokumen-dokumen serta catatan yang digunakan.

Pemonitoran

            Kompenen ini harus memberikan umpan balik kepada manajemen tentang apakah pengendalian intern yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dan saldo-saldo siklus pendapatan telah berjalan sebagaimana direncanakan. Informasi bisa diterima dari, para pelanggan tentang adanya kesalahan dalam faktur, badan pengaturan tentang ketidak desuaian dengan kebijakan pengakuan pendapatan atau hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian intern, dan auditor ektern tentang kondisi yang dapatdilaporkan dalam kelemahan material dalam pengendalian intern yang relevan yang diperoleh dari audit periode sebelumnya.

Penetapan awal risiko pengendalian dan strategi awal audit

            Dalam pembahasan yang lalu telah disinggung bahwa prosedur yang dilakukan auditor dalam rangka mendapatkan pemahaman 4 komponen pengendalian intern mencakup pula rancangan kebijakan dan prosedur, dan apakah hal-hal tersebut telah dilaksanakan.
            Pengendalian intern kunci biasanya meliputi pengendalian aplikasi komputer, dan strategi audit yang efektif biasanya membutuhkan pemahaan tentang pengendalian umum dan pengendalian aplikasi komputer. Pengendalian aplikasi spesifik dan pengujian pengendalian yang bersangkutan akan dibahas kemudian untuk setiap kelompok transaksi utama dalam siklus pendapatan.
Aktivitas pengendalian-transaksi penjualan kredit

          Order penjualan bisa disampaikan langsung ke perusahaan melalui telepon, pos, pegawai bagian penjualan, fax, atau electronik data interchange. Barang bisa diambil oleh pembeli atau dikirimkan oleh penjual. Transaksi penjualan bisa dicatat secara manual atau dengan bantuan komputer. Dalam hal perusahaan menggunakan sistem komputer, transaksi bisa dicatat secara real time, atau diolah per batch. Aktivitas pengendalian untuk transaksi penjualan harus dirancang dengan mempertahankan berbagai hal diatas.

Dokumen dan catatan

            Berbagai dokumen dan catatan yang biasanya digunakan perusahaan besar dalam pengolahan transaksi penjualan kredit adalah sebagai berikut :
  • Order dari pembeli
  • Order penjualan
  • Dokumen pengiriman
  • Faktur penjualan
  • Daftar harga
  • File transaksi penjualan
  • Jurnal penjualan
  • File induk pelanggan
  • File induk piutang usaha
  • Laporan piutang bulanan

Fungsi – fungsi

          Pengolahan transaksi pendapatan melibatkan fungsi-fungsi pendapatan berikut :
  • Pelayanan awal penjualan
Meliputi :
    1. Penerimaan order dari pembeli
    2. Pemberian persetujuan kredit
  • Pengiriman barang dan jasa
Meliputi :
    1. Pemenuhan pemesanan
    2. Penyerahan order penjualan
  • Pencatatan penjualan
Meliputi :
    1. Penagihan kepada pembeli
    2. Pencatatan penjualan

Aktivitas pengendalian-transaksi penerimaan kas

          Penerimaan kas berasal dari berbagai aktifitas. Sebagai contoh, kas mungkin diterima dari transaksi pendapatan, pinjaman jangka pendek atau jangka panjang, penertiban saham, penjualan surat berharga, investasi jangka pendek, dan aktiva lainnya.

Dokumen-dokumen dan catatan

          Dokumen-dokumen penting dan catatan-catatan yang digunakan dalam pengolahan penerimaan kas meliputi :
  • Pengantar pembayaran
  • Pradaftar
  • Daftar penghitungan kas
  • Ikhtisar kas harian
  • Slip setoran ke bank
  • File transaksi penerimaan kas
  • Jurnal penerimaan kas

Fungsi-fungsi

          Fungsi penerimaan kas meliputi pengolahan penerimaan kas dari penjualan tunai dan penjualan kredit, yang terdiri dari beberapa subfungsi berikut :
  • Penerimaan kas
  • Penyetoran kas ke bank
  • Pencatatan penerimaan kas

Mendapatkan pemahaman dan menetapkan risiko pengendalian

            Tanggung jawab auditor dan metodologi untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan kedua atas transaksi penerimaan kas tidak berbeda dengan apa yang telah duraikan untuk maksud yang sama pada transaksi penjualan kredit di atas. Kebanyakan prosedur penggalian dalam pengolahan penerimaan kas dilakukan secara manual dibandingkan dengan prosedur penggalian yang dilakukan melalui komputer. Auditor biasanya menggunakan prosedur pengajuan pertanyaan, observasi, dan inspeksi dokumen untuk mendapatkan bukti bahwa prosedur-prosedur pengendalian manual telah barfungsi secara efektif.