Sunday, March 10, 2013

AKUNTANSI UNTUK PENERBITAN MODAL SAHAM

Masalah akuntansi yang ada pada penerbitan modal saham akan dibahas dalam topik berikut:
*      Akuntansi untuk saham dengan nilai pari
*      Akuntansi untuk saham tanpa nilai pari
*      Akuntansi untuk penerbitan saham yang digabungkan dengan sekuritas lainnya (penjualan lump sum)
*      Akuntansi untuk saham yang diterbitkan dalam transaksi nonkas
*      Akuntansi untuk biaya penerbitan saham
1.      Saham dengan Nilai Pari
Ada beberapa alternatif dalam penerbitan saham dengan nilai pari antara lain yaitu :
*      Saham diterbitkan sama dengan nilai pari
*      Saham diterbitkan diatas nilai pari
*      Saham diterbitkan dibawah nilai pari

Misalkan PT. JLIANI menjual 1000 lembar saham biasa yang memiliki nilai pari Rp.1.000,- per lembar, dengan harga sama dengan nilai parinya. Jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Kas …………………………………….. Rp. 1.000.000,-
Saham Biasa ………………………………… Rp. 1.000.000,-

Asumsikan dalam soal diatas saham diterbitkan dengan harga Rp. 2.500,- per lembar. Jurnal yang harus dibuat adalah :
Kas (1000 x Rp. 2.500) …………….. … Rp. 2.500.000,-
Saham Biasa (1000 x Rp. 1.000,-) …………. Rp. 1.000.000,-
Tambahan Modal Disetor  …..…....................        1.500.000,-

Dan asumsikan dalam soal diatas saham diterbitkan dengan harga Rp. 950,- per lembar,* maka jurnal penerbitan saham adalah sebagai berikut :
Kas  (Rp. 950 x 1000) …………………… Rp. 950.000,-
Tambahan Modal Disetor (50 x 1000) ……               50.000,-
Saham Biasa (Rp. 1.000 x 1000) ………….. Rp. 1.000.000,-
Catatan : * perusahaan jarang sekali, atau tidak pernah menerbitkan saham dengan nilai di bawah harga pari. Jika menerbitkan saham di bawah harga pari, perusahaan mencatat disagio itu sebagai debit pada Tambahan Modal Disetor. 



2.      Saham tanpa Nilai Pari
Jika saham tanpa nilai pari diterbitkan, maka berapa pun harga jualnya, jurnalnya akan terlihat sebagai berikut :
Kas    …..……………………………………… Rp. xxx,-
Saham Biasa – Tanpa Nilai Pari ………………………… Rp. xxx,-

Ada kalanya saham tanpa nilai pari memiliki nilai yang ditetapkan (stated value) maksudnya saham tersebut tidak boleh dijual dibawah nilai yang ditetapkan. Dengan kata lain harga jual minimum saham tersebut harus sama dengan nilai yang ditetapkan. Untuk penerbitan saham dengan nilai yang ditetapkan ada dua alternatif yaitu :
*      Jika saham dijual dengan harga diatas state value.
*      Jika saham dijual dengan harga sama dengan stated value.

Misalkan 1000 lembar saham biasa dengan nilai yang ditetapkan Rp. 1.500,- per lembar diterbitkan dengan harga Rp. 2.000,- maka jurnal penerbitannya adalah sebagai berikut :
Kas (2000 x 1000) ………………… Rp. 2.000.000,-
Saham Biasa (1500 x 1000) …………...................    Rp. 1.500.000,-
Modal Disetor Melebihi Nilai Ditetapkan (500 x 1000)..   500.000,-

Asumsikan dalam soal diatas saham dengan nilai ditetapkan dijual / diterbitkan dengan harga Rp. 1.500,- per lembar, maka jurnalnya adalah sebagai berikut :
Kas  (1500 x 1000) . …….…………… Rp. 1.500.000,-
Saham Biasa (1500 x 1000) …………………. Rp. 1.500.000,-

3.        Saham yang Diterbitkan dengan Sekuritas Lainnya (Lumpsum Sales)
Yang menjadi masalah pada Lumpsum Sales adalah dalam hal menentukan harga jual masing-masing jenis surat berharga. Untuk itu ada dua metode yang dapat digunakan yaitu metode proportional dan metode incremental.
Metode Proporsional. Jika nilai pasar atau dasar lainnya yang baik untuk menentukan nilai relatif setiap kelompok sekuritas tersedia, maka nilai lump sum yang diterima dialokasikan di antara kelompok-kelompok sekuritas atas dasar proporsional. Sebagai contoh, asumsikan bahwa sebuah perusahaan menerbitkan 1.000 lembar saham biasa dengan nilai ditetapkan $10 yang memiliki harga pasar $20 per saham, dan 1.000 lembar saham preferen dengan nilai pari $10 yang memiliki harga pasar $12 per saham diterbitkan dengan nilai lump sum sebesar $30.000.

Nilai pasar wajar saham biasa (1.000 x $20)        = $20.000
Nilai pasar wajar saham preferen (1.000 x $12)    =   12.000
Nilai pasar wajar agregat                               $ 32.000

Dialokasikan ke saham biasa       : $20.000 x $30.000    = $18.750
                                                $32.000

Dialokasikan ke saham preferen   : $12.000 x $30.000    = $11.250
                                                $32.000

Saham Biasa           Saham Preferen 
Nilai jual                              $ 18.750              $11.250
Nilai nominal                          $ 10.000              $10.000
Tambahan Modal Disetor              $   8.750             $  1.250

Jurnal dari Lummp-sum Sales diatas adalah sebagai berikut :
Kas …………………………………. $30.000
Saham Biasa ………………………………………   $10.000
Agio Saham Biasa…………………………………   $  8.750
Saham Preferen …………………………………..    $ 10.000
Agio Saham Preferen……………………………..    $  1.250

Metode Inkremental. Jika nilai pasar wajar semua kelompok sekuritas tidak dapat ditentukan, maka metode incremental dapat dipergunakan. Nilai pasar sekuritas itu digunakan sebagai dasar untuk kelompok-kelompok yang telah diketahui dan sisa dari nilai lump sum dialokasi ke kelompok di mana nilai pasar tidak diketahui. Sebagai contoh, jika 1.000 lembar saham biasa dengan nilai ditetapkan $10 memiliki nilai pasar $20 dan 1.000 lembar saham preferen dengan nilai pari $10 yang tidak memiliki nilai pasar ditetapkan dan diterbitkan dengan nilai lump sum sebesar $30.000, maka alokasi adalah sebagai berikut :
Penerimaan lump sum                                                    $30.000
Dialokasi ke saham biasa (1.000 x $20)                          20.000
Saldo yang dialokasikan ke saham preferen          $10.000

Saham Biasa           Saham Preferen 
Nilai jual                              $ 20.000              $10.000
Nilai nominal                          $ 10.000              $10.000
Tambahan Modal Disetor              $ 10.000              $  0

Jurnal dari Lummp-sum Sales diatas adalah sebagai berikut :
Kas …………………………………. $30.000
Saham Biasa ………………………………………   $10.000
Agio Saham Biasa…………………………………   $10.000
Saham Preferen …………………………………..    $ 10.000

4.      Saham Diterbitkan Untuk Aktiva Selain Kas
Adakalanya suatu perusahaan menerbitkan sahamnya untuk aktiva selain kas, hal ini biasa terjadi pada perusahaan yang baru dalam rangka membuat cash-flow yang baik, untuk membayar biaya promosi dan untuk membayar land, equipment dan non-cash-assets lainnya. Walaupun tidak ada penerimaan kas namun transaksi tersebut harus dicatat sebesar nilai pasar wajarnya.
Sebagai contoh, serangkaian transaksi menggambarkan prosedur pencatatan penerbitan 10.000 lembar saham biasa dengan nilai pari $10 yang ditukar dengan paten pada PT.XYZ, dalam berbagai keadaan.
1.      Nilai pasar wajar paten belum dapat ditentukan PT.XYZ, tetapi nilai pasar wajar saham diketahui sebesar $140.000
Paten                                             $140.000
           Saham Biasa                                           $100.000
           Agio Saham Biasa                                         40.000
2.      Nilai pasar wajar saham belum dapat ditentukan oleh PT.XYZ, tetapi nilai pasar wajar paten ditetapkan sebesar $150.000
Paten                                             $150.000
           Saham Biasa                                           $100.000
           Agio Saham Biasa                                         50.000
3.      Nilai pasar wajar saham maupun nilai wajar paten belum diketahui oleh PT.XYZ. Konsultan independen menetapkan nilai paten sebesar $125.000 berdasarkan pada aliran kas diskonto yang diharapkan.
Paten                                             $125.000
           Saham Biasa (10.000 lembar x $10)                 $100.000
Agio Saham Biasa

0 comments:

Post a Comment

Free Backlinks